Hanan Attaki: Antara Kupluk, Durian dan Piala Dunia

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Hanan Attaki menyampaikan tausiah di lapang Gaasibu, Bandung, Jawa Barat, usai salat tarawih, Minggu, 3 Juni 2018. Sekitar 1.000 lebih jamaah pemuda hijrah dan komunitas Shift melaksanakan salat tarawih dan menyimak tausiah Ramadan yang baru pertama kali dilaksanakan di lapang Gasibu. TEMPO/Prima Mulia

    Ustad Hanan Attaki menyampaikan tausiah di lapang Gaasibu, Bandung, Jawa Barat, usai salat tarawih, Minggu, 3 Juni 2018. Sekitar 1.000 lebih jamaah pemuda hijrah dan komunitas Shift melaksanakan salat tarawih dan menyimak tausiah Ramadan yang baru pertama kali dilaksanakan di lapang Gasibu. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu ciri khas Hanan Attaki, ustad lulusan Al-Azhar University, Kairo, itu adalah topi kupluknya yang berwarna gelap. Hampir di setiap kegiatan ceramah, bahkan saat menjadi imam, topi rajut itu tak pernah lepas. 

    Baca juga: Hanan Attaki Singgung Berat Badan, Sebab Bobot Wanita Susah Turun

    Begitulah gaya sosok yang beberapa hari terakhir ini bikin heboh gara-gara menyebut bahwa wanita solehah itu ukuran berat badannya tak lebih dari 55 kilogram.

    Gayanya berbicara tak jauh berbeda dengan gayanya berbusana. Santai dan kasual. Kadang kemeja lengan panjang melengkapi pilihan fashionnya. Seringkali adalah celana burgundy dan kaos lengan pendek, atau sesekali lengan panjang. Gaya berbusana sosok kelahiran 31 Desember 1981 ini berbeda dengan kebanyakan ustad yang berkopiah atau memakai busana model taqwa. Gaya Hanan Attaki mirip benar anak muda masa kini.
    Ustadz Hanan Attaki (Youtube)

    Seperti diberitakan Majalah TEMPO, edisi 19 Juni 2017, pendiri gerakan Shift PemudaHijrah yang bermarkas di Bandung, tersebut memang terkenal sebagai pendakwah yang gaul. Ia [pun] menyampaikan petuah ayat suci lewat media yang kini digemari anak muda: Instagram.

    Menurut Hanan, ide kreatif dalam mengemas dakwah ini bermula sekitar 2015. Ketika itu Hanan mendirikan Shift PemudaHijrah. Shift merupakan gerakan dakwah dengan segmentasi anak muda yang memiliki hobi. Mereka mendekati berbagai komunitas bermain yang digandrungi anak muda Bandung, misalnya komunitas skateboard, sepeda BMX, dan musik underground. "Segmen anak muda masih kurang banyak diolah para dai," ujarnya.
    Hanan Attaki (instagram.com)

    Lewat komunitas ini, Hanan belajar berempati dari para pemuda tersebut. Ia kemudian membuat acuan cara berkomunikasi, bergaul, dan berbaur dengan komunitas jalanan itu. "Membangun brand dakwah untuk anak muda itu harus dengan lebih membaur dengan mereka," kata pria yang lahir di Aceh itu. Setelah satu tahun belajar, Hanan menjajaki media sosial agar dakwahnya gampang diakses khalayak luas. "Dakwah mah enggak kaku-kaku amat, enggak mesti harus di masjid. Di media sosial juga bisa jadi viral," kata Hanan. 

    Hingga kini akun Instagram Hanan sudah mendapat 3.7 M pengikut. Unggahannya mencapai 421 berupa foto dan video.

    Baca juga: Trik Kaum Milenial Memilih Produk Fashion, Online Kuncinya?

    Dalam instagramnya ini, Hanan mengunggah berbagai kegiatan. Tergambarkan dari berbagai postingannya, ternyata ustad berusia 37, ini juga menyukai  tren saat itu termasuk piala dunia 2018 yang baru usai beberapa hari lalu. Dalam postingannya yang diunggah 6 hari lalu, yang berjudul WORDLCUP, DURIAN & FRIENDS, misalnya, tampak Hanan yang dalam postingan tersebut mengenakan topi bertuliskan RESPECT, berekspresi saat Prancis memasukkan goal ke gawang timnas Kroasia.

    Disebutkan dalam statusnya, Suasana baru, nonton piala dunia rasa layar tancap,, meski demam tiba2 cenghar. Quick count le blues pasti menang. Thx temen2 utk moment serunya..Abaikan ekspresi norak saya, ditutup emoji senyum. Hanan Attaki memang anak muda banget 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.