Jemaah Haji Diminta Rajin Semprot Wajahnya dengan Air

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jemaah dari berbagai negara mulai memadati Kota Madinah untuk menjalani ibadah haji di Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. Jumlah peziarah internasional yang akan menunaikan ibadah haji 2018 menjadi yang terbanyak dalam sejarah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah jemaah dari berbagai negara mulai memadati Kota Madinah untuk menjalani ibadah haji di Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. Jumlah peziarah internasional yang akan menunaikan ibadah haji 2018 menjadi yang terbanyak dalam sejarah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan mengingatkan para  jemaah haji untuk menjaga kesehatannya. Apalagi, musim haji saat ini berada pada musim panas, maka semprotan air untuk segera digunakan. “Kepada keluarga atau siapapun yang tahun ini berangkat haji untuk mengingatkan jemaah haji untuk menggunakan semprotan, karena dapat menjaga kelembaban kulit dan saluran pernapasan kita,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusuf Singka dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 22 Juli 2018.

    Baca: Dehidrasi, Jemaah Haji Ini Seolah Alami Gangguan Jiwa

    Pada kesempatan tersebut, Eka didampingi Kasi Kesehatan Madinah dan Direktur Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah. Dalam kunjungan 2 hari di Tanah Suci, Eka telah memantau kesehatan jemaah baik di klinik, masjid, hotel, maupun bandara. “Tadi saya ke masjid menemukan belum semua jamaah haji yang menggunakan semprotan dan keluar tanpa alas kaki,” kata Eka. Jemaah tersebut kemudian mendapatkan sandal yang sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia.

    Adapun mekanisme pembagian sandal sudah diperhitungkan dan disiapkan timnya. “Kita siapkan 10 persen sendal dari total jamaah yaitu sebanyak 20.400 pasang. Mekanismenya adalah tidak seperti yang dibayangkan, digelar di masjid kemudian jemaah berbondong-bondong mengambil. Bukan seperti itu. Tim akan mengobservasi untuk melihat di masjid atau di tempat umum seperti Bandara. Nanti petugas bisa lihat dan memberikan sendal tersebut,” kata Eka.

    Untuk itu, Eka berterima kasih kepada seluruh petugas haji yang terintegrasi dalam memberikan pelayanan umum kepada jamaah. “Saya mohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar jemaah haji sehat dan kembali menjadi haji mabrur,” kata Eka.

    Pada kesempatan tersebut, Eka juga mengingatkan soal banyaknya kasus dehidrasi yang ditangani di KKHI Madinah.  “Kasus yang terbanyak sampai saat ini adalah dehidrasi dan semoga bisa ditangani semua. Dehidrasi ini bisa membuat orang linglung atau lupa,” katanya.

    Baca: Jemaah Haji Indonesia Diminta Waspadai Cuaca Panas Ekstrim

    Ia meminta para jemaah haji untuk banyak-banyak minum, minimal 2 liter setiap hari baik saat di Madinah atau di Mekah. “Pakai air zamzam juga boleh. Jangan lupa semprotan air yang diberikan dalam perbekalan kesehatan di Tanah Air juga bisa digunakan untuk menyemprot selain untuk menjadi botol minum,” kata Eka.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.