Senin, 17 Desember 2018

Smartphone Bisa Bikin Anak Gagal Ujian? Intip Penelitiannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain game di smartphone. huffingtonpost.com

    Ilustrasi anak bermain game di smartphone. huffingtonpost.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Waspada smartphone yang dipakai anak Anda.  Studi terbaru menunjukkan bahwa smartphone anak Anda mungkin patut disalahkan karena mengakibatkan si anak kurang konsentrasi atau pun gagal di sekolah. Bagaimana bisa?

    Baca juga:
    Jadi Teman Setia, Awas Smartphone Anda Bisa jadi Sarang Bakteri
    CEO Tewas Akibat Ledakan Smartphone, Ini Penyebab Baterai Meledak
    Susah Tidur? Coba 5 Aplikasi Ini, Dijamin Nyenyak

    Dikutip dari Phone Arena, Selasa 24 Juli 2018, laporan studi yang diterbitkan oleh Environtmental Health Perspectives Swiss menyatakan bahwa hanya membutuhkan satu tahun penggunaan smartphone untuk membuat otak remaja terpengaruh oleh radiasi yang dikeluarkan oleh perangkat selama panggilan telepon.

    Ini adalah hasil dari penelitian yang dilakukan pada sekitar 700 remaja usia 12 hingga 17 tahun. Tes memori verbal dan figural diberikan kepada kelompok sekitar satu tahun setelah mereka melakukan tes dasar.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memiliki skor ingatan figural yang lebih rendah setelah mengalami radiasi RF-EMR yang dipancarkan oleh ponsel mereka selama panggilan telepon.

    Ironisnya, para peneliti menemukan bahwa skor ingatan verbal benar-benar meningkat dengan meningkatnya paparan terhadap lalu lintas data.

    Karena pengguna cenderung memegang ponsel dengan tangan kanan dan menempelkan pada telinga kanan saat panggilan berlangsung, statistik menunjukkan bahwa orang tersebut lebih cenderung mengalami kehilangan memori.

    Hal ini membuat Martin Roosli, salah satu penulis penelitian, mengatakan bahwa hasil penelitian "mungkin menunjukkan bahwa memang benar RF-EMF yang diserap oleh otak bertanggung jawab atas hal ini."

    Untuk remaja yang menggunakan ponsel mereka untuk bermain game, menjelajah web atau mengirim pesan, kabar baiknya adalah kegiatan tersebut hanya mengeluarkan sedikit radiasi RF-EMF ke otak, dan tidak ada perubahan signifikan yang ditemukan dalam memori mereka yang menggunakan fitur-fitur tersebut pada smartphone.

    Untuk mengurangi bahaya radiasi RF-EMF dari smartphone, pengguna dapat memakai headphone atau menggunakan fitur speaker pada perangkat saat melakukan panggilan telepon.

    Sebagai catatan, penelitan tersebut menyebutkan bahwa hasil studi harus "ditafsirkan dengan hati-hati sampai dikonfirmasi pada populasi lain."

    Roosli sendiri menyatakan bahwa hasil penelitian bisa saja dipengaruhi oleh pubertas, "yang mempengaruhi baik penggunaan smartphone , maupun keadaan kognitif dan perilaku partisipan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.