5 Tips Penting agar Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah calon haji berdoa di puncak bukit suci Jabal Rahmah, saat mereka tiba di Arafah untuk menjalani wukuf, di luar kota suci Mekkah, Arab Saudi, 30 Agustus 2017. Bukit ini dikenal juga sebagai bukit kasih sayang. AP/Khalil Hamra

    Jemaah calon haji berdoa di puncak bukit suci Jabal Rahmah, saat mereka tiba di Arafah untuk menjalani wukuf, di luar kota suci Mekkah, Arab Saudi, 30 Agustus 2017. Bukit ini dikenal juga sebagai bukit kasih sayang. AP/Khalil Hamra

    TEMPO.CO, Jakarta - Perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi yang signifikan, kerap menjadi masalah bagi jemaah haji asal Indonesia. Sebagai informasi, suhu udara di Mekah maupun Madinah dapat mencapai 40 derajat celcius pada siang hari. Suhu ini dua kali lipat dibandingkan suhu normal di Indonesia.

    Baca: Tips Bagi Jemaah Haji yang Tersesat dan Pingsan

    Jemaah haji asal Indonesia yang sudah mulai diberangkatkan dari tanah air, perlu untuk memperhatikan beberapa hal terkait dengan kesehatan dan kebugaran. Terutama untuk mengantisipasi agar tidak terserang dehidrasi dan kelelahan.

    Berikut adalah beberapa tips dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam agar jemaah haji asal Indonesia tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah haji:

    1. Kurangi aktivitas di udara terbuka.
    Umumnya para jamaah berusaha untuk melaksanakan salat arbain (sholat berjamah 40 waktu) di Masjid Nabawi dengan lengkap. Apabila udara sangat tinggi dan gejala dehidrasi mulai terasa, maka sebaiknya jangan paksakan diri.

    2. Istirahat yang cukup setelah sampai di penginapan.
    Perjalanan yang lama serta proses pembagian kamar yang terkadang berlarut-larut seringkali membuat kelelahan para jamaah semakin menjadi. Walaupun rasa bersyukur terkadang mengalahkan rasa lelah, namun tubuh tetap perlu istirahat.

    Baca: Jemaah Haji Diminta Rajin Semprot Wajahnya dengan Air

    3. Minum air yang cukup dan hindari minuman berkafein atau soda.
    Cegahlah dehidrasi dengan perbanyak minum air mengingat suhu udara yang sangat tinggi. Dengan tersedianya tempat penampungan minum di masjid, usahakan untuk tetap minum. Hindari pula minuman yang mengandung kafein atau soda karena dapat memperberat dehidrasi. Tanda bahwa kita harus tingkatkan konsumsi air adalah dengan melihat warna urin yang berwarna lebih keruh.

    4. Makan makanan yang sehat dan seimbangkan dengan pola makan yang teratur.
    Perhatikan asupan makanan agar tepat waktu dengan gizi seimbang. Makanan yang disediakan untuk jamaah Indonesia biasanya telah disesuaikan dengan selera jemaah Indonesia, sehingga jangan sampai tidak ada asupan makanan sama sekali baik pada pagi, siang ataupun malam hari.

    Aktivitas ibadah dan perjalanan menuju masjid dapat menghabiskan energi sehingga perlu diimbangi dengan makan yang cukup. Asupan makanan juga harus dijaga dengan gizi yang seimbang karena apabila tidak baik maka dapat berdampak buruk pada daya tahan tubuh kita. Perhatikan pula agar makanan yang dikonsumsi itu bersih dan relatif baru agar tidak terjadi keracunan makanan.

    5. Lakukan pemeriksaan rutin
    Hal berikut perlu dilakukan agar masalah kesehatan segera diatasi dan tidak berlarut. Perlu diperhatikan pula bahwa kontak sesama jamaah cukup dekat sehingga apabila seseorang mengalami flu dapat dengan mudah menular kepada orang lain. Oleh karenanya sesama jemaah dapat selalu mengingatkan apabila terdapat anggota kelompok yang sakit agar segera menghubungi petugas kesehatan dan siap memberikan pelayanan kesehatan.

    Baca: Panas Ekstrim Saat Ibadah Haji, Kaki Jemaah Ini Melepuh

    “Semoga dengan memperhatikan dan mengantisipasi hal-hal tersebut, para jamaah tetap sehat dan bugar sehingga dapat menunaikan ibadah Haji dengan lancer,” kata Ari dalam keterangan persnya pada 24 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.