Rabu, 24 Oktober 2018

Cara YouTube Mempertahankan Pengikutnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Persaingan antar platform penyedia konten digital mulai memanas nih. YouTube sebagai salah satu platform terpopuler untuk menampung dan mengakses konten video mulai merasa terancam dengan kehadiran fitur baru milik Instagram, IGTV.

    Baca: Dukung Jurnalisme, Youtube Hadirkan Fitur Berita

    IGTV jadi fitur baru andalan Instagram untuk memanjakan penggunanya agar bisa mengunggah dan menikmati konten video dengan durasi yang lebih lama. IGTV diluncurkan oleh Instagram bulan lalu. Sebelum kehadiran IGTV, Instagram lebih dikenal sebagai platform untuk berbagi konten grafis misalnya foto. Meskipun fokus pada konten grafis, perlahan Instagram juga menjadi tempat favorit untuk video pendek.

    Melihat fenomena tersebut, pihak pengembang di Instagram memikirkan tentang fitur yang lebih baik bagi penyuka konten video agar makin betah di media sosial tersebut. Maka lahirlah fitur IGTV yang memungkinkan pengguna Instagram untuk mengunggah dan menonton konten video hingga durasi satu jam.

    Hal tersebut tak ayal lagi memunculkan kekhawatiran YouTube. Alasannya, saat ini Instagram memiliki sekitar 500 juta pengguna per hari di seluruh dunia. Platform media sosial tersebut juga mendapat sokongan yang kuat dari perusahaan induknya yakni Facebook.

    Agar tidak tergeser oleh Instagram, YouTube berencana menjalin kontrak dengan sejumlah pembuat konten terpopulernya. Kontrak ini dikabarkan akan bernilai ribuan hingga jutaan dolar Amerika Serikat. YouTube tak main-main dalam menggelontorkan dana ini untuk mempertahankan para pembuat konten tersebut agar tak beralih ke platform lain. Content maker merupakan nyawa bagi sebuah platform. Tanpa konten yang menarik, kita tentu enggan lagi mengunjungi YouTube kan.

    Baca: YouTube Miliki 1,8 Miliar Pengunjung Setiap Bulan

    Selain bekerja sama dengan pembuat konten, YouTube dikabarkan sedang dalam proyek ambisius untuk mengembangkan serial orisinal, layaknya HBO atau Netflix. YouTube juga meluncurkan YouTube Red yang memungkinkan para penggunanya membuat konten berbayar. Artinya, video buatan mereka baru bisa ditonton oleh pengguna lain setelah membayarkan sejumlah uang.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.