Jemaah Haji, Waspadai Debu dan Udara Panas dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibadah haji tahun 2018 berlangsung mulai Juli ini, lebih dari 2 juta umat muslim setiap tahunnya melakukan ibadah haji di kota suci Mekkah, jumlah jemaah haji dari Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, yaitu 221.000 jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke tanah suci.

    Baca: 5 Tips Penting agar Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji

    Musim haji tahun ini akan bertepatan dengan musim panas yang cukup ekstrem di Arab Saudi, diprediksi suhu udara dapat mencapai 53 derajat Celsius. Selain cuaca panas, penularan penyakit terutama yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat mudah menyerang apabila kondisi kesehatan jemaah haji kurang baik. Data dari Kementerian Agama Indonesia menyebutkan kasus penyakit yang sering dialami jemaah adalah sakit saluran pernapasan, mulai dari radang tenggorokan hingga gejala batuk.

    Ketua Kelompok Kerja Kesehatan Haji, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Mukhtar Ikhsan mengatakan keadaan udara panas, kering, berdebu serta dehidrasi rentan menyebabkan timbulnya berbagai gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). “Setiap tahun banyak jemaah yang mengalami gangguan flu akut, kekambuhan asma hingga radang paru akibat daya tahan yang turun. Oleh karena itu disarankan menggunakan masker, terutama bila berada di luar ruangan,” kata Mukhtar dalam keterangan pers yang diterima Tempo.

    Berikut 4 hal yang peting diperhatikan saat menjalankan ibadah haji.

    Selama ibadah haji, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menjaga kesehatan agar terhindar dari gangguan pernapasan termasuk ISPA, ketika melakukan seluruh rangkaian ibadah haji. Berikut beberapa kiat-kiat dalam menjaga kondisi sistem pernapasan:

    1. Konsultasi ke dokter
    Hal pertama yang perlu dilakukan para calon jemaah haji dalam mempersiapkan kesehatan adalah lakukan vaksinasi serta membawa obat-obatan pribadi. Jemaah haji juga tetap menjaga cairan tubuh

    2. Cuaca yang panas dan kering seringkali menyebabkan gangguan pernapasan.
    Oleh karenanya selama menunaikan ibadah haji, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup dan konsumsi buah sebagai sumber energi dan mineral tambahan.

    3. Kebersihan dan sirkulasi udara kamar
    Usahakan membersihkan kamar serta membuka jendela kamar/ pondok di pagi hari untuk membuat sirkulasi udara menjadi baik.

    Baca: Tips Bagi Jemaah Haji yang Tersesat dan Pingsan

    4. Hindari paparan polusi
    Sebisa mungkin hindari menghirup polusi seperti debu pasir, bulu unta, dan asap kendaraan bermotor serta asap rokok untuk meminimalkan paparan polusi tersebut.

    Dengan kondisi suhu udara panas, paparan debu dan upaya pencegahan penyakit menular maka jemaah haji perlu menyiasati dengan tindakan yang tepat. Sebagai salah satu contoh kasus ialah tingginya tingkat penyebaran virus MERS-coV (Middle East Respiratory Syndrome coronavirus) yang kerap terjadi di daerah Arab Saudi khususnya yang berasal dari binatang unta.

    Tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan penggunaan masker penutup wajah dan hidung. Penggunaan masker sangatlah penting untuk membantu menghindari penularan penyakit pernapasan yang relatif cepat melalui udara. Pemerintah saat ini memberikan anjuran untuk menggunakan masker setiap saat selama ibadah haji, melalui Gerakan Memakai Masker (GEMMAS).

    “Untuk mengurangi resiko penyakit pernapasan, virus dan debu di cuaca ekstrem, penggunaan masker dianjurkan sebagai upaya yang tepat. Kami menyarankan pemakaian Respirator KN95 untuk melindungi jemaah selama melaksanakan ibadah haji bersama dengan jemaah lainnya,” saran Yunadi Aulia Desmawan, Business Manager Consumer Health Care Division, PT 3M Indonesia.

    Baca: Agar tetap Fit, Intip Tips Pilihan Makanan untuk Jemaah Haji

    Respirator KN95 memiliki filter efisiensi 95 persen dan dilengkapi dengan filter elektrostatis. Penggunaan Respirator KN95 dengan benar oleh jemaah haji, dapat membantu mengurangi terpaparnya saluran pernapasan dari debu, bakteri, dan partikel air di udara (liquid aerosol). Selain itu juga memiliki lapisan dalam yang nyaman bersentuhan dengan kulit serta dapat disesuaikan pada hidung dan wajah untuk perlindungan yang lebih baik.



     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Ini Tanda-Tanda Anda Terjangkit Cacar Monyet

    Cacar monyet atau monkey pox merupakan penyakit yang berasal dari sisi Barat Afrika. Penyakit ini menular melalui monyet, tikus Gambia, dan tupai.