Minggu, 19 Agustus 2018

Gangguan Saraf Ini Sering Dialami Usia Produktif, Tilik Solusinya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang  bekerja di kantor. shutterstock.com

    Ilustrasi orang bekerja di kantor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta Gangguan dan kerusakan saraf tepi atau neuropati kini banyak menyerang anak muda usia produktif. Gejala awal yang paling sering dirasakan ialah kesemutan, pegal, kram, dan kebas.  

    Baca juga:
    Pentingnya Vitamin B untuk Saraf dan Perbaiki Kesemutan
    Waspada,Terlalu Sering Mengetik Bisa Memicu Gangguan Saraf

    Hal ini tidak lepas dari kebiasaan dan gaya hidup anak-anak muda yang sering melakukan berbagai aktivitas yang berisiko merusak saraf-saraf tepi.

    Berdasarkan hasil survei Consumer Behavior dari Merck yang melibatkan 900 reponden di enam kota besar ditemukan bahwa orang dengan rentang usia 26 – 30 tahun merupakan yang tertinggi mengalami gejala neuropati, diikuti dengan yang berusia di atas 30 tahun. Lebih dari 50 persen terjadi di kota besar.

    Kebiasaan sederhana yang sering dilakukan seperti mengetik di gadget bisa menjadi penyebab utama munculnya gejala neuropati (61,5 persen).
    Ilustrasi kesemutan. Shutterstock.com

    Selain itu, melakukan gerakan yang berulang, duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lama, mengendari motor dalam jarak jauh, dan mengetik komputer dengan meletakan tangan di atas mouse, bisa menyebabkan munculnya rasa kebas dan kesemutan.

    Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat dr. Manfaluthy Hakim, Sp. S(K) mengatakan neuropati memberikan ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.

    Gejala awal tersebut harus diantisipasi, sebab, jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin gejala-gejala yang terlihat ringan tersebut dapat menyebabkan kelumpuhan.  

    “Gejala kebas dan kesemutan ini sering kali diabaikan. Padahal jika dibiarkan terus dapat menurunkan fungsi saraf seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak hingga kecacatan permanen. Apalagi jika kerusakan saraf sudah lebih dari 50 persen itu akan sulit untuk diperbaiki,” ujar Hakim.

    Baca juga: Hati-hati Membungkuk, Saraf Bisa Terjepit

    Sementara itu, dr. Yoska Yasahardja, Medical Manager Consumer Health Merck, menjelaskan perlu dilakukan berbagai langkah pencegahan untuk menghindari munculnya penyakit neuropati antara lain memperbaiki gaya hidup, olahraga teratur, istirahat cukup, pola makan dan gizi yang seimbang, serta mengonsumsi vitamin neuropatik yang terdiri dari Vitamin B1, B6, dan B12.

    “Vitamin neuropatik ini berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf serta memberikan asupan yang dibutuhkan saraf sehingga dapat bekerja dengan baik,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.