Selasa, 11 Desember 2018

Asuransi Mobil Sering Ditolak? Ikuti Tips Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi asuransi mobil. dailymail.co.uk

    Ilustrasi asuransi mobil. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernahkah Anda mengajukan klaim asuransi untuk mobil Anda yang mengalami kerusakan namun ditolak perusahaan asuransi? Tentu Anda penasaran apa yang membuat klaim Anda ditolak. Mengapa pula mereka menolak klaim tersebut, padahal selama ini Anda membayar premi dengan disiplin. Pihak perusahaan menjelaskan jika klaim yang Anda ajukan tidak memenuhi syarat. Kalau sudah begitu, Anda hanya bisa kecewa.

    Baca:  Kapan Waktu yang Tepat Memiliki Asuransi Kesehatan?

    Sebenarnya apa yang membuat klaim asuransi kendaraan Anda ditolak, dan bagaimana caranya agar kejadian itu tidak menimpa Anda. Klaim asuransi adalah sebuah tindakan berupa permintaan resmi dari pelanggan kepada pihak perusahaan asuransi, yang bertujuan untuk melakukan penggantian biaya maupun pemberian santunan yang sesuai dengan polis asuransinya.

    Proses klaim menjadi hal yang penting saat terjadi suatu risiko pada objek pertanggungan yang diasuransikan. Proses klaim wajib dilakukan oleh pelanggan pemegang polis kepada perusahaan asuransi melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

    Sebelum analisa klaim dilakukan, perusahaan asuransi akan memeriksa validitas dari polis terlebih dahulu. Jika polis memenuhi syarat verifikasi dan klaim yang diajukan juga sudah sesuai dengan isi polis maka perusahaan asuransi pasti akan membayarkan klaim tersebut kepada pelanggan yang melakukan pelaporan klaim.

    Beberapa kasus yang terjadi adalah kurang telitinya pihak tertanggung terhadap polis yang mereka pegang. Padahal di dalam polis disebutkan berbagai hal terkait asuransi yang akan diklaim.

    Julian Noor, Chief Executive Officer Adira Insurance, menegaskan, baik pelanggan maupun perusahaan asuransi harus sudah sepakat terlebih dahulu sebelum melakukan penutupan. Perusahaan sudah memberikan informasi sejelas-jelasnya dan pelanggan sudah mengerti dengan pasti isi dari polis tersebut.

    "Selain kesepakatan tersebut, perusahaan asuransi juga harus memberikan kemudahan pelanggan yang ingin melakukan klaim. Jangan dipersulit, karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan," ujarnya dalam siaran persnya.

    Baca: Ada Kartu BPJS, Masih Perlu Miliki Asuransi Swasta?

    Adapun Julian memberikan tips agar klaim asuransi mobil berjalan lancar dan dibayarkan oleh asuransi:

    1. Pelanggan harus menghindari hal-hal yang dikecualikan dalam polis seperti telat melapor klaim dari batas waktu pelaporan,pengemudi tidak memiliki surat izin mengemudi, klaim yang dilaporkan tidak dijamin dalam polis, klaim yang dilaporkan termasuk dalam klausula pengecualian dalam polis

    2. Melengkapi dokumen klaim, seperti formulir klaim yang telah diisi, fotokopi polis asuransi, SIM, STNK, surat keterangan dari kepolisian.
    Kendaraan milik tertanggung tidak digunakan untuk perbuatan yang melanggar hukum.

    3. Jika Anda mengalami kecelakaan, jangan lupa memberikan bukti dengan mendokumentasikan terlebih dahulu keadaan kendaraan Anda pasca kecelakaan.

    4. Perhatikan terkait wilayah pertanggungan apakah sesuai dengan isi polis.

    5. Jangan membuat kerusakan yang terjadi merupakan kerusakan yang disengaja oleh tertanggung.

    6. Memahami penyebab kecelakaan ditanggung sebelum mengajukan klaim secara langsung, anda juga perlu membaca dengan jelas mengenai polis-polis yang diberikan pihak asuransi.

    Baca: Tip Memilih Asuransi agar Tak Kecewa

    Julian menjelaskan sepanjang semester 1 2018 (Januari – Juni) Adira Insurance telah menerima secara total mencapai 25.408 klaim asuransi mobil.

    Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan dengan tahun 2017 periode yang sama. Permintaan klaim diajukan melalui Adira Care, mengunjungi kantor cabang, dan melaporkan via Autocillin Mobile Claim Application. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.