Selasa, 11 Desember 2018

4 Ciri Ini Ampuh Menguji Pasangan, Jodoh atau Bukan?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bermesraan. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bermesraan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Memilih pasangan merupakan keputusan yang sangat penting. Ini memudahkan proses menuju pernikahan yang bahagia. Menikahi orang yang salah bisa berujung sengsara. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui dia pasangan hidup yang baik atau tidak?

    Baca juga: Kekasih di Lain Kota? Intip Resep LDR Goals ala Tasya Kamila

    Alam mungkin tidak memberikan tanda-tanda signifikan kepada Anda. Namun hati dan pikiran bisa diandalkan untuk merasakan serta menganalisis, apakah dia yang layak dijadikan pendamping hidup. Untuk itu perhatikan 4 sinyal di bawah ini. 


    1. Dia menghargai kehidupan Anda
    Teman hidup yang baik adalah dia yang menghargai hal-hal yang Anda kerjakan beserta impian-impian Anda. “Dia akan tertarik mengetahui apa ukuran kesuksesan Anda, tujuan kehidupan Anda, impian Anda, dan berkontribusi di dalamnya. Dia tidak akan membatasi ruang gerak Anda. Dia bahagia melihat Anda bahagia menjalani kehidupan Anda,” ungkap Shannon Thomas, terapis dan penulis buku Healing from Hidden Abuse: A Journey Through the Stages of Recovery from Psychological Abuse asal AS. Bagi orang seperti ini, mengencani seseorang yang bahagia dan bangga akan kehidupannya ikut membawa kebahagiaan bagi dirinya sendiri.
    ilustrasi olahraga berpasangan (Pexels.com)


    2. Dia bisa diajak bicara dan mau mendengarkan 
    Menikah artinya berbagi kehidupan dengan seseorang seumur hidup. Setiap hari bertemu dia lagi, dia lagi. Maka pastikan dia seseorang yang bisa diajak bicara dan juga mau mendengarkan. Bicara bukan sekadar bicara. Artinya, bisa diajak bertukar pikiran soal apa pun. Dari hal yang tidak penting hingga paling penting.

    “Inilah yang membuat saya pada akhirnya memilih suami saya. Sejak masa pacaran dia bisa diajak diskusi tentang apa pun. Mendengarkan saya dengan saksama dan kami selalu terlibat dalam pembicaraan yang mendalam,” demikian pengakuan psikolog Roslina Verauli dalam bukunya, Cerita Perempuan: Memahami Cinta Sejati.


    Baca juga: 5 Penyebab Hubungan Jarak Jauh Lebih Lancar dari yang Tidak LDR 

    Penulis dan pakar hubungan dari AS, Steve Santagati, melalui bukunya The Manual mengatakan, bahkan pria pun memilih menikahi pasangan yang bisa diajaknya berbicara berjam-jam—bukan mereka yang sekadar pandai bercinta. Lalu?


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.