Senin, 15 Oktober 2018

Heboh Profesi YouTuber, Sekali Endorse Bisa Rp 100 Juta?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi YouTube. Reuters

    Ilustrasi YouTube. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Profesi menjadi seleb Youtube atau Youtuber sepertinya sedang moncer. Atta Halilintar, misalnya, konon dibayar 100 juta rupiah untuk satu kali meng-endorse produk. Isu ini pun diaminkan Atta tanpa menyebut angka detail. Namun saat ditanya tarif main film, putra pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk punya jawaban panjang.

    Baca juga:
    Jadi Youtuber Termahal, Penghasilannya Lebih Besar dari Jokowi?
    Tertarik Menjadi YouTuber? Intip Tips ala Ria Ricis Ini
    Etika di Medsos ala Youtuber; Jangan Asal Posting Demi Views

    “Sekali main film 500 juta? Bisa jadi, ha ha ha! Ada lebih dari lima (tawaran film) namun 70 persen hidup saya untuk YouTube. Saya mesti selektif. Saya sengaja memasang honor main film tinggi banget. Alasannya, proses produksi film bisa lebih dari sebulan. Padahal dalam sebulan saya bisa bikin konten YouTube 30 lebih. Bayangkan, dengan konten selama sebulan saya bisa beli, eh merenovasi rumah dan membeli kendaraan baru mungkin,” ungkap cowok yang berulang tahun setiap 20 November.

    Konsekuensi menjadi populer, memiliki banyak penggemar dan pembenci. Atta tak mau terpancing komentar julid pembenci. Menurutnya, daripada memikirkan pembenci, lebih baik menyusun target akhir tahun. Atta ingin menjadi konten kreator YouTube terbesar di Asia Tenggara.

    “Dengan laju pertumbuhan pelanggan YouTube yang sekarang, saya optimistis bisa mencapai 6 atau 7 juta pelanggan akhir tahun nanti. Kalau itu terjadi saya akan menggelar syukuran dan Youtuber Indonesia akan makin dipandang di level Asia,” Atta mengakhiri perbincangan. 

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.