Jemaah Haji Diminta Selalu Membawa 5 Alat Pelindung Diri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Jemaah haji dari berbagai negara telah tiba di Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga hari ke-20 Penyelenggaraan Kesehatan Haji di Arab Saudi atau tanggal 5 Agustus 2018 sampai pk. 17.00 Waktu Arab Saudi, sudah sebanyak 332 kloter  telah tiba di Arab Saudi. Jumlah jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah suci sekitar 133.542 orang. Sebanyak 89.649 orang atau 66,81 persen diantaranya adalah jemaah haji berisiko tinggi kesehatan.

    Baca: Malas Minum dan Makan, Jemaah Haji Indonesia Dirawat

    Jemaah berisiko tinggi ini, ditandai dengan gelang warna oranye atau tanda oranye pada Kartu Kesehatan Jemaah Haji (KKJH). Penandaan ini dimaksudkan agar petugas mudah mengenali jemaah haji berisiko tinggi. Selain itu, dengan tanda orange ini, jemaah haji tersebut lebih dapat mengontrol dirinya dari masalah kesehatan. 

    Menurut Kepala Bidang Kesehatan Haji Arab Saud, Melzan Dharmayuli, Pemeritah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan senantiasa mengingatkan jemaah agar jaga kesehatan, apalagi saat menjelang Armina. “Saat ini jemaah gelombang 1 dari Madinah sudah bergerak ke Mekah. Penyuluhan kepada jemaah haji tetap diberikan. Intinya tentang penggunaan alat pelindung diri dan persiapan Armina. Jemaah haji agar patuh pada arahan tim kesehatan supaya dapat beribadah optimal,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 6 Agustus 2018.

    Kepada jemaah haji, Melzan mengingatkan untuk selalu menggunakan 5 alat pelindung diri (APD) yaitu payung, kacamata, masker, seprotan air, dan alas kaki. “Untuk Armina, jemaah haji diingatkan untuk pakai alat pelindung diri, sering minum jangan menunggu haus, kurangi aktivitas di luar tenda, bawa obat pribadi optimalisasi oralit dan peduli antar jemaah,” katanya.

    Baca: Jemaah Haji, Waspadai Debu dan Udara Panas dengan Cara Ini

    Untuk mengingatkan jemaah haji dalam menjaga kesehatan, Tim Promotif Preventif (TPP) telah memberikan penyuluhan pada 327 kloter, mendistribusi 2075 poster dan 200 standing banner berisi pesan kesehatan; membagikan alat pelindung diri dan melakukan deteksi dini masalah kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.