Rabu, 15 Agustus 2018

Ini Favorit Bule saat Wisata ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga asing membersihkan puing-puing atap restorannya yang runtuh pasca-gempa bumi di kawasan wisata Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 8 Agustus 2018. Tak hanya restoran, penginapan, dan dermaga  yang mengalami kerusakan, jaringan listrik pun terputus pasca-gempa. ANTARA

    Warga asing membersihkan puing-puing atap restorannya yang runtuh pasca-gempa bumi di kawasan wisata Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 8 Agustus 2018. Tak hanya restoran, penginapan, dan dermaga yang mengalami kerusakan, jaringan listrik pun terputus pasca-gempa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik para warga negara asing dari berbagai negara. Apa yang kebanyakan ingin para pelancong asing ini ingin lihat saat berkunjung ke tanah air? "Bule-bule mau lihat yang natural, real kampung," kata Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara, Princess Cruises di Jakarta belum lama ini.

    Baca: Gili Lawa Kebakaran, Intip Kunjungan Tak Terlupakan Trinity

    Warga asing yang berdatangan ke Indonesia ini salah satunya sembari berwisata pesiar yang semakin waktu semakin banyak. Data dari Princess Cruises menunjukkan adanya lonjakan jumlah kunjungan kapal pesiar tahun ini sebanyak dua kali lipat ketimbang tahun lalu, yakni menjadi 372 kapal. Indonesia sendiri berada di urutan ke-7 negara Asia yang paling banyak dikunjungi kapal pesiar.

    Dari sejumlah wilayah di tanah air, Bali menjadi daya tarik utama wisatawan asing, yakni 82 kunjungan pada 2018 ini, diikuti Kepulauan Gili (43 kunjungan), pulau Komodo (40 kunjungan), Semarang (23 kunjungan) dan Surabaya (20 kunjungan).

    Indonesia memang terkenal dengan sejumlah potensi wisatanya, mulai dari pemandangan alamnya, atraksi lokal, kegiatan unik di sana hingga makanan khas setempat. "Bule-bule trennya kalau sudah tua mau keliling dunia. Soal atraksi, Indonesia salah satu yang terbaik," kata Tawfik.

    Hanya saja, sambung Tawfik, ada sejumlah keluhan yang umumnya dia dan tim hadapi di lapangan, antara lain menyoal kurangnya personel pemandu wisata yang mahir berbahasa asing serta minimnya sarana dan prasarana yang seperti toilet dan restoran yang nyaman. "Enggak banyak guide yang bisa berbahasa asing misalnya China, Prancis. Di Ujung Pandang mau ke Toraja misalnya, enggak ada fasilitas toilet yang nyaman, kami harus menyediakan tisu basah di depan toilet, lalu restoran yang nyaman," kata dia.

    Baca: 5 Tempat Wisata Bernuansa Batik di Cirebon

    Tak hanya itu, belum banyaknya pelabuhan yang bisa menampung kapal yang bersandar dan terbatasnya bis untuk tur wisata juga masih menjadi kendala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.