Rabu, 19 Desember 2018

Masih Banyak yang Salah Kaprah, Ini Bedanya HIV dan AIDS

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi HIV/AIDS. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Ilustrasi HIV/AIDS. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat dinilai masih rancu dalam membedakan HIV dan AIDS. Tak heran, hal tersebut menciptakan persepsi bahwa orang dengan HIV sudah pasti terkena AIDS, dan orang dengan HIV tinggal menunggu waktu untuk meninggal.

    Baca: Hari AIDS Sedunia, Cegah dan Tanggulangi HIV AIDS dengan Cara ini

    Tenaga Medis Klinik Angsamerah Jakarta, Adyana Esti, menilai hal tersebut yang salah kaprah beredar di masyarakat. "Orang dengan HIV masih bisa hidup normal dan mengejar mimpi asal mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat. HIV tidak selalu berakhir dengan AIDS, namun sudah pasti orang dengan AIDS sudah pasti terserang HIV," kata Esti di Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018.

    Dia mengatakan HIV adalah jenis virus (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus tersebut menyerang T Sell, yang merupakan salah satu bagian dari sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh saat ada kuman patogen yang masuk dalam tubuh. "Bila T cell rusak maka tubuh akan kehilangan kemampuan mengenali virus dan bakteri yang masuk dalam tubuh," lanjutnya.

    Baca: Pentingnya Pendampingan Psikososial untuk Ibu dengan HIV/AIDS

    Sedangkan AIDS adakah sebagai dampak terburuk dari HIV apabila tak tertangani. Dia menjelaskan AIDS adalah kondisi yang timbul akibat rusaknya sistem pertahanan tubuh karena virus HIV. Sehingga, orang yang dengan AIDS dipastikan terserang virus HIV.

    Menurutnya, rentang waktu HIV berubah menjadi AIDS sangat relatif, tergantung treatment dan kecepatan penanganannya. Harapan hidup orang yang terinfeksi HIV bisa selayaknya orang normal bila ditangani dan mendapatkan pengobatan yang tepat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.