Rabu, 19 Desember 2018

Gaya Busana Jokowi dan Maruf Amin Punya Banyak Makna, Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon presiden Joko Widodo alias Jokowi dan bakal calon wapres Ma'ruf Amin usai memberikan sambutan saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    Bakal calon presiden Joko Widodo alias Jokowi dan bakal calon wapres Ma'ruf Amin usai memberikan sambutan saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedatangan Joko Widodo (Jokowi) bersama calon wakil presiden-nya (cawapres) Maruf Amin, ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang menarik untuk disimak. Tapi ada yang tak kalah seru untuk diperhatikan, yakni busana yang dikenakan oleh keduanya.

    Baca juga: Gaya Busana Para Capres & Cawapres, Tilik Gaya Khas Maruf Amin

    Saat mendaftar, Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih bertuliskan "Bersih-Merakyat-Kerja Nyata". Sedangkan Maruf mengenakan sarung, peci hitam dan pakaian berwarna senada dengan Jokowi.

    Mungkin busana tersebut terlihat biasanya. Tapi menurut pengamat mode Sonny Muchlison, ada makna yang tersirat dalam pakaian tersebut.

    Sonny mengatakan bahwa Jokowi mengamalkan lagu "Rambate Rato Hayo" yang memiliki reff sebagai berikut:

    "Mari kita bersatu kalau memang mau maju/
    Rambate rata hayo/ rambate rata hayo
    Singsingkan lengan baju demi tujuan yang satu".

    "Dari awal 2014, Beliau sudah mengamalkan lagu tersebut. Menyingsingkan lengan baju, mengenakan kemeja putih yang artinya bersih dan tidak ada intimidasi. Netral, tidak berpihak bagai kertas putih. Itu jadi kekuatan bagi Jokowi. Bisa saja dia menggunakan baju warna partainya, tapi itu tidak dilakukan," ungkap Sonny saat dihubungi ANTARA News, di Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018.

    Baca juga: Jokowi Ungkap Alasannya Pilih Maruf Amin Jadi Cawapres

    Sedangkan untuk slogan yang digunakan oleh Jokowi berupa "Bersih-Merakyat-Kerja Nyata", merupakan sebuah bukti atau penegasan dari yang sudah dilakukan olehnya. "Bersih, dia bersih. Merakyat, sudah dilakukan. Kerja nyata juga sudah dilakukan. Dia berani menuliskan karena sudah melakukannya," ujar Sonny menerangkan.

    Sementara itu, untuk busana yang dikenakan Maruf Amin, bagi Sonny adalah sebuah identitas dari ulama Indonesia. "Itu adalah gaya ulama zaman dulu. Gaya ulama dari zaman presiden Soekarno, ulama yang dihormati. Ditambah dengan peci hitam yang merupakan busana orang Indonesia bukan Arab. Peci hitam adalah identitas bangsa Indonesia. Ini diterapkan betul oleh Maruf Amin," papar pria yang juga menjadi disainer itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.