Senin, 15 Oktober 2018

Pusing Sampah? Begini Cara Memilah dan Membuangnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sampah plastik (pixabay.com)

    ilustrasi sampah plastik (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesadaran dalam memilah sampah merupakan tahap awal dari keberhasilan mengatasi persoalan sampah yang hingga saat ini masih menjadi tantangan besar, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

    Baca juga: Banyak Sampah Elektronik Tak Terpakai? Kelola dengan Cara Ini

    Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014, tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga masih sangat kecil, yakni baru mencapai 18,84 persen. 

    Ketua Umum Asosiasi untuk Kemasan dan Daur Ulang bagi Lingkungan Indonesia yang Berkelanjutan (PRAISE) Sinta Kaniawati mengungkapkan dalam menyikapi masalah sampah, mengubah persepsi dan kebiasaan masyarakat mengenai sampah adalah hal yang penting.
    Ilustrasi kantong sampah. Shutterstock

    “Perlu disadari bersama bahwa kunci dari bernilai atau tidaknya sampah terletak pada pemilahan sampah yang tepat,” tuturnya, baru-baru ini.

    Untuk mendukung gerakan memilah sampah, PRAISE mengajak masyarakat untuk mulai aktif memilah sampah. Salah satu, dengan menempatkan 100 dropping box.

    Dropping box
    ini ditempatkan di sekitar Jakarta seperti di pertokoan, fasilitas publik, perkantoran, dan institusi pendidikan.

    Baca juga: Awas, Timbunan Sampah Seusai Lebaran Berpotensi Sebarkan Penyakit

    Warga dapat langsung memilah dan membuang kemasan bekas pakai di dropping box sesuai dengan pengelompokan yang sudah disediakan, yaitu kertas (kemasan karton, kertas, dan kardus) dan non kertas (botol, plastik, kaleng minuman, botol kaca, sachet, dan kantong plastik).

    Upaya ini diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah di lingkungan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Citra serta Jurus Kampanye Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno

    Berlaga sebagai orang kedua, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melancarkan berbagai jurus kampanye, memerak citra mereka, dan menyambangi banyak kalangan.