Hindari Serangan Jantung, Jemaah Haji Harus Punya 6 Syarat Ini

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jemaah dari berbagai negara mulai memadati Kota Madinah untuk menjalani ibadah haji di Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. Jumlah peziarah internasional yang akan menunaikan ibadah haji 2018 menjadi yang terbanyak dalam sejarah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah jemaah dari berbagai negara mulai memadati Kota Madinah untuk menjalani ibadah haji di Arab Saudi, Kamis, 19 Juli 2018. Jumlah peziarah internasional yang akan menunaikan ibadah haji 2018 menjadi yang terbanyak dalam sejarah. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Melihat tingginya kasus meninggalnya jemaah haji di tanah suci karena serangan jantung, Zakky Kurniawan salah satu spesialis penyakit jantung di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah mengatakan, pentingnya penyaringan awal saat mulai di Tanah Air.

    Baca juga: Hindari Bibir Pecah, Jemaah Haji Disarankan Sering Pakai Pelembap

    Menurutnya, bila calon jemaah haji dengan risiko tinggi penyakit jantung, harus sudah disiapkan jauh-jauh hari termasuk pendampingnya.

    "Pendampingnya harus bersedia tidak menjalankan ibadah-ibadah sunnah karena harus mendampingi jemaah yang sakit, karena mereka harus benar-benar dipantau minum obatnya, makannya, dan istirahatnya," kata Zakky seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu 11 Agustus 2018.

    Zakky mengatakan, jemaah dengan risiko tinggi penyakit jantung bisa semakin buruk keadaanya karena banyak faktor. Misalnya, soal iklim. Jemaah yang sudah tua akan lebih sulit beradaptasi dengan iklim di Arab Saudi. Berbeda dengan jemaah yang masih muda lebih cepat menyesuaikan diri.
    Ilustrasi penyakit jantung. Ctntexas.com
    Contoh lain adalah soal turunnya daya tahan tubuh karena malas makan . "Jemaah lanjut usia biasanya malas makan bila menunya tidak cocok. Kalau malas makan, imunitasnya akan turun dan jemaah akan mudah sakit," tambahnya.

    Zakky menyatakan, fasilitas kesehatan di KKHI Makkah cukup lengkap. Namun bila ada kasus lebih lanjut, jemaah langsung dirujuk k RS Arab Saudi.

    "Penanganan penyakit jantung harus berpacu dengan waktu. Tim medis di kloter bisa hubungi kami 24 jam. Bila perlu segera dirujuk, maka segera dilakukan," kata Zakky.

    Baca: 5 Tips Penting agar Sehat dan Bugar Selama Ibadah Haji

    Lebih lanjut, dia mengingatkan, jemaah dengan penyakit jantung di Tanah Suci untuk memperhatikan kondisinya.

    Kapuskes Haji Eka Jusuf Singka mengingatkan enam hal yang harus dipenuhi jemaah haji dengan risiko ringgi (risti) penyakit jantung, yaitu selalu makan obat tiap hari, bawa obat ke manapun pergi, jangan kelelahan, periksa ke dokter secara reguler, istirahat cukup, dan kalau sesak nafas, hentikan kegiatan dan istirahat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.