Minggu, 19 Agustus 2018

Cek Email Kantor dan Bekerja saat Libur, Bisa Picu Stres

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita karier atau bekerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada waktu libur usai masa kerja. Namun, terkadang ada sebagian dari kita yang masih saja berkutat dengan pekerjaan di hari libur semisal menjawab atau mengirimkan email, yang bisa membuat stres. Tahukah Anda, para peneliti dari Virgnia Tech (VT) menemukan, bahkan sekedar memantau ada tidaknya tugas di email saja sudah bisa menganggu kesehatan.

    Baca: Anak Muda pun Butuh Asuransi, Tilik 5 Alasan Ini

    Dalam studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Academy of Management di Chicago pada 10-14 Agustus ini, peneliti melakukan survei pada 100 orang karyawan yang bekerja lebih dari 30 jam per minggu. Mereka menemukan, sekalipun hanya menunggu email di waktu libur, sudah bisa memicu stres dan rasa cemas. Efek buruk ini bahkan terjadi pada pasangan mereka. "Beberapa karyawan mengaku memeriksa email kantor mereka setiap jam hingga setiap menit, yang berujung meningkatnya kadar kecemasan dan konflik dengan pasangan," kata William Becker, profesor manajemen di Pamplin College of Business di VT.

    Temuan ini mengingatkan studi pada 2017 yang mengungkapkan bahwa sekedar dekat dengan smartphone saja bisa mempengaruhi kekuatan otak. Hal ini karena membuat lebih sulit merasa rileks. Konsekuensi budaya organisasi "selalu on" seringkali terabaikan atau dianggap bermanfaat. Karyawan diberitahu kalau mereka akan merasa lebih nyaman, memiliki otonomi lebih tinggi bila melakukan ini.

    Baca: 5 Kata yang Pantang Diucapkan demi Kelancaran Karier

    Seperti dilansir Medical Daily, kebijakan yang jelas harus dirancang untuk memungkinkan karyawan menghabiskan waktu mereka di rumah tanpa beban email kerja yang membebani pikiran mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.