Ayah Kena PHK, Apa Peran Keluarga?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertengkar. Shuttterstock

    Ilustrasi pasangan bertengkar. Shuttterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Suatu hari seorang suami sekaligus ayah pulang ke rumah membawa berita tak mengenakkan. Dalam waktu dekat ia akan diberhentikan dari perusahaan tempat ia bekerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Mendengar kabar ini, hati dan pikiran pasangan tentu bercampur aduk antara panik, sedih, sekaligus khawatir.

    Baca: Anak Diurus Ayah, Kenapa Tidak? Tilik Kondisi yang Harus Dipahami

    Bagaimana dengan nasib pendidikan anak-anak, cicilan bulanan, dan pengeluaran harian? Sementara Anda hanya ibu rumah tangga.

    Tidak masalah kalau suami bisa langsung mendapatkan pekerjaan baru, kalau sebaliknya? Bisa-bisa memicu konflik dalam rumah tangga. Bagaimana sebaiknya seorang istri dan keluarga menyikapi kenyataan ini?

    Psikolog Roslina Verauli, mengatakan, keluarga adalah sebuah sistem. Ketika ada salah satu anggota keluarga tertimpa masalah, sistem pasti akan goyah. “Anak sakit atau istri stres saja bisa membuat keluarga goyah, apalagi suami kena PHK? Ini salah satu problem rumah tangga yang sering terjadi. Sebenarnya setiap anggota keluarga, baik istri maupun anak-anak, punya peranan masing-masing dalam menghadapi masalah ini. Tidak semuanya dilimpahkan kepada suami, mentang-mentang dia kepala keluarga. Itu dulu yang harus dipahami,” ungkap Roslina.

    Baca: Ayah Sering Antar Jemput Anak? Siap - Siap Dapat Tantangan Ini

    Menurutnya, seorang istri dan ibu berperan sebagai support system di dalam keluarga, yakni berfungsi menenangkan dan menjaga kestabilan emosi. "Bila si ayah sudah stres, Anda jangan ikut senewen. Sebaliknya Anda harus mengajaknya duduk bersama, berdiskusi, bertukar pikiran, dan mau mendengarkannya,” ujarnya.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.