Proses Sneakers, dari Inspirasi Jadul sampai Tren Masa Kini

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepatu Adidas yang sudah dimodifikasi dengan sentuhan batik dari gerai Dope & Dapper Grand Indonesia. Tabloidbintang

    Sepatu Adidas yang sudah dimodifikasi dengan sentuhan batik dari gerai Dope & Dapper Grand Indonesia. Tabloidbintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak semua sneakers yang menjadi tren saat ini benar-benar baru. Ada sepatu yang merupakan rilis seri lama, namun dengan warna, bahan, atau desain yang baru. Bahkan ada desain yang merupakan gabungan desain dan konsep lama dipadukan dengan teknologi modern sehingga menjadi ‘spesies’ baru.

    Baca juga: Koleksi 300 Sneakers, Gading Marten Alami Shoes Fetish? Apa Itu?

    Salah satu yang masuk kategori ini adalah Point of Deflection System atau P.O.D System dari adidas Originals. Sepatu ini dibuat berdasarkan konsep beberapa sepatu terdahulu, namun dipercanggih melalui bahan dan teknologi modern. Alhasil, sepatu tersebut kemudian menjadi sneakers untuk bergaya walau diturunkan dari sepatu lari.
    Sneaker Adidas (bisnis.com)
    Melalui keterangan resmi adidas disebutkan sistem tersebut memiliki prinsip desain bantalan tiga dimensi yang lebih unik. Pertama kalinya sistem tersebut tampak pada pertengahan 1990-an.

    Sistem tersebut dirancang untuk memberikan manfaat bagi pelari, seperti menyediakan daya serap dan stabilitas di bagian luar tepatnya di titik benturan.

    Melalui sepatu jenis ini adidas memberikan tiga inovasi, yakni dilengkapi dengan elemen EVA rebound untuk memberikan tolakan tenaga, tumit boost yang empuk untuk memberikan kenyamanan, serta panel point of deflection.

    Desain tersebut dirancang dengan tujuan menciptakan segmen khusus, dari sol sepatu disediakan bantalan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing area. Alhasil, sepatu sneakers ini memberikan kenyamanan untuk tampil bergaya.

    Baca juga: Jenis Sneakers yang Cocok dengan Busana Apapun

    Sepatu seri ini juga dimaksudkan agar pemakainya bisa bergerak secara alami dengan mengadopsi desain modular. Oleh karena itu teknologi boost difokuskan pada area tumit, untuk mengarahkan tekanan kaki agar melangkah secara optimal.

    Panel ‘Point of Deflection’ yang terinspirasi oleh torsion bar tahun 1990-an dan diterapkan pada seluruh area tengah kaki untuk memberi stabilitas dan fleksibilitas gerak. Jadinya, walau termasuk sepatu fesyen, seri ini akan terasa nyaman dipakai.

    Belum lama ini, adidas Original juga menelurkan sneakers P.O.D-S3.1 dengan warna terbaru. Sepatu lari futuristis dengan warna total mulus. Desain sepatu tersebut mengambil konstruksi adaptif lapisan 3-stripes di atasnya, konstruksi sock-fit. Diperkokoh dengan panel fabric lace dan heel tab.

    Semua dibuat di atas midsole terbelah yang unik, dengan EVA suportif di bagian kaki depan dan bantalan boost di bagian tumit, dihubungkan pada bagian kaki tengah yang terinspirasi dari sebuah torsion system.

    Sentuhan akhirnya berupa outsole karet yang tahan lama dan detail-detail branding. Untuk rilisan terbaru ini, P.O.D-S3.1 akan hadir dalam dua warna yakni abu-abu dan lavender.

    Melalui warna minimalisnya, setiap sepatu menjadikan bahasa desain unik yang semakin menonjol. Kali ini adidas memfokuskan pada gabungan desain penuh referensi dan teknologi kontemporer.

    Selain adidas, Nike juga akan menghidupkan lagi sneaker Air Jordan 1 dengan meluncurkan edisi khusus ‘Sports Illustrated’. Seperti dikutip dalam laman Hotnewhiphop, varian ini mengambil inspirasi dari momen pertama wajah Michael Jordan yang kala itu menghiasi sampul majalah olahraga, di masa dia menjadi rookiedalam kompetisi NBA
    sneaker Air Jordan (Bisnis.com)
    Pada sampul majalah Sports Illustrated tahun 1984, terlihat gambar Jordan melompat untuk menjaringkan bola di tengah kepungan pemain klub Bucks, Milwaukee. Berangkat dari foto sampul itu, sneakers Air Jordan pun akan menggunakan warna-warna khas putih, hitam, dan merah, dari serangan Bulls, Chicago.

    Menariknya, sepatu tersebut akan dibekali dengan swoosh rajut dengan kombinasi warna hijau berbingkai garis merah. Lambang Nike pada bagian samping sepatu itu ternyata mengambil inspirasi dari list bagian samping pada jersey para pemain Bucks yang mengawal Jordan dalam foto cover tersebut.

    Baca juga: Ini Bedanya Sneakers Murah dan Mahal! 

    Sebagai tambahan, pada bagian dalam ‘collar’ di pergelangan kaki sepatu sneakers, itu disematkan tulisan “A Star Is Born”, sama seperti kata-kata yang menghiasi sampul majalah. Termasuk, tersemat tulisan ‘Dec 10, 1984’, yang menjadi tanggal penerbitan majalah edisi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.