5 Tips Ajarkan Anak Nasionalisme dengan Cara Seru

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak aktif. Shutterstock

    Ilustrasi anak aktif. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dengan semakin pesatnya arus globalisasi, rasa nasionalisme di kalangan pemuda bisa terkikis perlahan-lahan. Budaya luar yang dikonsumsi melalui film, lagu, atau tayangan di internet kerap dianggap lebih keren dan viral dibandingkan budaya asli Indonesia. Bahkan, kini ada kecenderungan anak-anak lebih suka memakai bahasa asing untuk berkomunikasi dibandingkan bahasa ibu sendiri, yaitu Bahasa Indonesia.

    Baca: Kylie Jenner Ingin Obsesinya Terhadap Makeup Menurun pada Anaknya

    Karena itu, menumbuhkan rasa nasionalisme pada generasi muda amatlah penting dilakukan sejak dini. Simak di sini beberapa cara seru yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme anak-anak berdasarkan Japfa:

    1. Menonton film edukasi Indonesia
    Tidak kalah dari negara-negara lain, industri film di Indonesia juga semakin berkibar. Agar anak-anak bisa makin mencintai negerinya, ia bisa diajak untuk menonton film sejarah ataupun edukasi. Misalnya saja, ada film Kartini dan Soekarno yang menceritakan jasa pahlawan nasional, atau film Laskar Pelangi dan Cahaya dari Timur yang bisa menyemangati anak untuk belajar dan berprestasi setinggi mungkin.

    2. Mengunjungi museum
    Salah satu cara untuk menumbuhkan rasa nasionalisme anak adalah dengan mengajaknya mengunjungi museum-museum yang ada di Indonesia, seperti:

    -Museum Nasional Indonesia: berisi koleksi sejarah Indonesia seperti prasasti dan keramik.
    -Museum Fatahillah: berisi penjelasan sejarah berdirinya Kota Jakarta.
    -Museum Wayang: berisi lebih dari 4 ribu koleksi wayang dari berbagai negara, terutama dari Indonesia.

    Berdasarkan riset dari Mary Ellen Munley, anak kecil yang mengunjungi museum lebih mudah mempelajari hal-hal seperti sejarah dan biologi, karena mereka dapat melihat dan menyentuh langsung obyek yang ada di dalamnya. Ini berbeda dengan pembelajaran di sekolah yang bersifat teoritis.

    3. Mengenalkan Cerita Rakyat Indonesia
    Anak-anak jaman sekarang hafal dengan jalan cerita komik superhero dari Amerika. Tapi, mereka mungkin belum pernah mendengar serunya cerita-cerita rakyat dari Indonesia, seperti kisah Timun Mas, Tangkuban Perahu, dan Rara Jonggrang. Untuk itu, kenalkanlah cerita rakyat ini sebagai pengantar sebelum tidur.

    Ada banyak hal yang bisa ia pelajari dari cerita rakyat, seperti nilai budaya dan pentingnya berbuat baik kepada sesama. Menurut Times of India, mendongeng untuk anak bisa memberikan banyak manfaat, seperti melatih tingkat imajinasi, kreativitas, hingga kemampuan komunikasi si kecil dalam jangka panjang.

    4. Mencoba permainan tradisional
    Kehadiran gadget bisa membuat si kecil ketagihan dan malas keluar rumah. Coba kurangi ketergantungan tersebut dengan mengajaknya bermain permainan tradisional seperti gobak sodor, engklek, kelereng bola bekel, congklak, dan lompat tali. Permainan ini dapat menumbuhkan jiwa sportivitas dan kerjasama.

    Baca: Awas, Main Gawai Lebih dari 4 Jam Bikin Mata Anak Juling

    5. Menikmati kekayaan kuliner Indonesia
    Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan kuliner terbaik di dunia. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini! Yuk ajak si kecil berkelana dan menjelajah keberagaman hidangan Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.

    Untuk yang satu ini, orang tua bisa mengajak anak- anak mereka menikmati kekayaan kuliner Indonesia di Rumah JAPFA di AEON BSD, pada tanggal 7-11 September 2018. Terdapat 'Ladang Kreasi' yang menampilkan kekayaan rempah nusantara dan workshop lainnya seperti menanam bibit rempah dan membuat kombucha.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.