Heboh Ariana Grande, Waspada 8 Tindakan Iseng Ini

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com

    Ilustrasi Pelecehan Seksual. govexec.com

    5. Melakukan tindakan yang menjurus seksual
    Perilaku tertentu dapat dianggap sebagai pelecehan seksual. Perilaku yang dapat membuat seseorang merasa tertekan dan tidak nyaman, misalnya sentuhan yang tidak pantas, termasuk cubitan, tepukan, atau gesekan ke anggota tubuh tertentu yang dilakukan dengan sengaja.

    6. Mengomentari pakaian yang dikenakan seseorang
    Seringkali wanita yang mengenakan pakaian model tertentu, apalagi yang dinilai terlalu terbuka, terlalu pas badan, atau terlalu pendek, menjadi sasaran empuk para pelaku pelecehan seksual. Mereka berpikir wanita yang mengenakan model pakaian seperti itu senang dijadikan objek seksual. 

    Penyanyi Ariana Grande, menghibur penonton saat tampil dalama cara KIIS FM's Jingle Ball 2014 di Staples Center, Los Angeles, 5 Desember 2014. John Shearer/Invision/AP

    7. Menanyakan informasi pribadi
    Jika Anda sedang berbincang dengan seseorang, entah itu sudah Anda kenal atau yang tidak Anda kenal, jika dia menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi dan itu menjurus ke arah seksual hingga membuat Anda tak nyaman, itu berarti Anda telah mengalami pelecehan seksual.

    8. Membuat lelucon seksual
    Lelucon seharusnya lucu dan menghibur. Namun, jika lelucon itu disertai hal-hal yang berbau seksual, terlebih dikaitkan dengan seseorang, ini jelas termasuk pelecehan seksual.


    Baca juga:
    Tilik Efek Pelecehan Seksual, Belajar dari Kasus Ariana Grande

    Apapun alasannya, pelecehan seksual tidak benar dan tidak dapat dibenarkan karena berdampak sangat buruk terhadap korbannya. Sudah semestinya kita lebih waspada dan pandai menjaga diri. Juga, lebih memperhatikan serta peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita agar apa yang dialami oleh Ariana Grande tidak terjadi lagi pada siapa pun.

    THEBALANCECAREERS | KIDSHELPPHONE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.