Intip Proses Ajar Pendidikan Seks Sesuai Usia

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    Ilustrasi anak belajar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Psikolog klinis sekaligus dosen psikologi di Unika Atma Jaya, Inez Kristanti, menekankan pentingnya memberikan pendidikan seks pada anak dan remaja sesuai usia mereka. Berikut ini rinciannya:

    Baca: Beri Pendidikan Seks pada Remaja, Harus Ditakut-Takuti?

    1. Usia 3-5 tahun

    Inez menyarankan, pada rentang usia ini anak perlu tahu mengenai bagian-bagian tubuh yang privat. Mana yang privat untuk si anak, mana yang tidak boleh disentuh orang lain. Selain itu, pastikan anak mengetahui hanya orang tua yang boleh diperlihatkan tubuh bagian privat itu. "3-5 tahun fokus ke bagian-bagian tubuh," ujar dia di Jakarta, Selasa 4 September 2018.

    2. Usia 6 tahun hingga memasuki pubertas

    Usia 6 tahun ke atas atau usia sekolah dasar menjelang pubertas (sekitar usia 11-12 tahun), bisa siapkan dia ke masa pubertas. Di situ biasanya mulai ada ketertarikan pada lawan jenis. Orang tua dan keluarga dekat perlu fasilitasi apa yang perlu dilakukan bila ada ketertarikan pada lawan jenis. "Kemudian kalau ada yang menunjukkan ketertarikan pada dia, dia harus berperilaku seperti apa," kata Inez.

    Penting pula orang tua untuk mengajarkan peran laki-laki dan peran perempuan.

    3. Masa pubertas, usia saat di sekolah menengah pertama hingga menengah atas

    Pada masa pubertas, ajarkan dia mempersiapkan dirinya kalau perempuan menstruasi, kalau laki-laki mimpi basah. Apa saja perubahan yang akan dia hadapi pada masa itu, semisal menstruasi itu apa atau saat mimpi basah apa yang terjadi.

    "Mereka akan kaget kalau tiba-tiba berdarah. Kadang-kadang orangtua malu untuk membicarakan ini. Keluar dari mana darahnya, saat mimpi basah yang terjadi apa? Ejakulasi. Sebaiknya diajarkan orangtua yang jenis kelaminnya sama. Ibu menjelaskan pada anak perempuan dan ayah pada anak laki-laki," kata Inez.

    Ingatlah, ketika sudah pubertas, organ reproduksi perempuan sudah siap dibuahi. Jangan lupa, pada saat itu, sudah ada dorongan seksual. Ini yang orangtua seringkali abaikan. "Bagaimana cara menyikapi dorongan seksual secara sehat? Ketika mulai membicarakan masalah seksualitas pada anak komunikasi orangtua dan anak harus bagus dulu. Supaya anak terbuka pada orangtuanya," kata Inez.

    Baca: Pendidikan Seks Usia Dini Baik bagi Semua Anak 

    4. Usia dewasa muda (20-29 tahun)

    Dewasa muda, tinggal melanjutkan. Banyak yang usia 23-24 tahun tetapi pendidikan seks berada di level remaja, karena saat remaja mereka tak mendapatkannya. Menurut Inez, untuk kasus seperti ini tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan edukasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.