Jumat, 21 September 2018

Rupiah Melemah, Intip Investasi yang Bisa Dipilih

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi uang

    ilustrasi uang

    TEMPO.CO, Jakarta - Rupiah melemah, nilai tukarnya masih mendekati level Rp15.000 pada sesi perdagangan hari ini, Rabu 5 September 2018. Lalu, investasi apa yang aman untuk dilakukan di saat seperti ini?

    Baca juga: Pengembang Lebih Khawatirkan Pelemahan Rupiah ketimbang Pilpres

    Head Investment Avrist Asset Management Farash Farich memberikan tips pilihan investasi yang aman dilakukan saat rupiah mengalami pelemahan.

    "Untuk tujuan investasi dalam jangka pendek, bulanan, atau kurang dari setahun, Anda harus fokus berinvestasi pada produk investasi jangka pendek di pasar uang seperti deposito atau reksa dana pasar uang," tuturnya saat dihubungi Bisnis, Rabu 5 September 2018.

    Reksa dana pasar uang dinilai berpotensi memberikan return yang menguntungkan karena tingkat bunganya sedang mengalami kenaikan.

    Sementara itu, bagi Anda yang ingin berinvestasi dengan tujuan jangka panjang, misalnya untuk pensiun dan rencana lima tahun ke depan, dianjurkan untuk membeli saham.

    "Saham kan sekarang harganya sedang turun atau reksa dana pendapatan tetap dengan tujuan untuk jangka panjang," lanjut Farash.
    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik. (ANTARAFOTO)
    Menurutnya, jika Anda membeli saham di masa depan ada kemungkinan volatilitasnya akan tinggi.

    "Jadi, kalau untuk sektor jangka pendek atau dia tidak menoleransi volatilitas, dianjurkan berinvestasi di reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap dalam jangka waktu yang pendek," jelas Farash.

    Kelebihan lainnya adalah ketika sewaktu-waktu memerlukan uang ketika ada perubahan rencana atau kebutuhan mendesak, Anda dapat mencairkan saham atau reksa dana yang dimiliki.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 3,76 persen ke posisi 5.683,5 pada perdagangan hari ini. Sentimen pelemahan rupiah, memanasnya perang dagang AS-China, gejolak pasar negara berkembang yang menjatuhkan ekonomi Turki, Argentina, dan Afrika Selatan memicu kekhawatiran pasar yang lebih dalam.

    Dengan demikian, sejak pembukaan perdagangan awal pekan ini, IHSG sudah turun 5,67persen.

    Sementara itu, berdasarkan data Infovesta Utama, sepanjang bulan lalu kinerja reksa dana pasar uang yang tercermin dalam Infovesta Money Market Fund Index mencatatkan pertumbuhan 0,38persen. Reksa dana jenis ini menunjukkan performa paling baik dibandingkan reksa dana lainnya. 

    Hal ini disebabkan oleh tingkat suku bunga rata-rata deposito satu bulan yang naik dari 5,7persen pada Juli 2018 menjadi 5,8persen pada Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.