Rabu, 17 Oktober 2018

3 Mitos Perawatan Laser pada Kulit, Timbulkan Ketergantungan?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mengenal Perawatan Kulit Wajah dengan Teknologi Laser Rejuvenation. Depositphotos

    Mengenal Perawatan Kulit Wajah dengan Teknologi Laser Rejuvenation. Depositphotos

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga kini, masih ada saja kontroversi seputar perawatan kulit dengan menggunakan laser. Ada yang menyebut bahwa perawatan kulit dengan laser akan menimbulkan ketergantungan.

    Baca juga: 
    Ini Dia 3 Masalah Kulit pada Pria, Cek Solusinya
    Kulit Pria Lebih Lambat Menua Dibanding Wanita

    "Faktanya kalau kita menggunakan laser yang baik untuk peremajaan dan pencerahan kulit, maka mitos itu sama sekali tidak benar. Jika tidak dilakukan lagi akan stop di situ, bukan menjadi lebih buruk," ujar dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Kardiana Purnama Dewi, Sp. KK, dalam temu media di Jakarta, Kamis.

    Mitos kedua adalah perawatan laser justru akan membuat pigmen kulit menjadi lebih hitam. Hal ini menurut dokter Dewi karena flek yang ditembak laser akan mengering dan terlihat menghitam.

    "Ini yang harus diedukasi. Laser ke pigmen itu mengering jadi seperti koreng, maksimal hilang 5-7 hari," ujar dokter yang berpraktik di Skin and Aesthetic Clinic RS Pondok Indah, Puri Indah, Jakarta Selatan, itu.
    Seorang pria metroseksual belajar bagaimana menggunakan produk perawatan kulit di Beijing, Cina. Zou Hong/China Daily
    Mitos ketiga menyebut bahwa usai melakukan laser kulit akan menghitam di bawah sinar matahari. Hal ini menurut dokter Dewi ada benarnya, karena saat berjemur pigmen melanin mencoba memproteksi.

    "Makanya perlu menggunakan tabir surya dan pelembab itu, untuk membuat penyembuhan (usai laser) lebih cepat," kata dokter Dewi.

    Lebih lanjut Dewi menjelaskan bahwa perawatan laser yang dilakukan secara benar tidak menimbulkan efek samping yang serius, "hanya kemerahan pink."

    Pada mereka yang memiliki kulit yang sensitif, energi laser yang berlebihan bisa menimbulkan warna merah pada kulit disertai bentol dan rasa gatal. Namun, hal ini bisa diatasi dengan krim anti-iritasi.

    Oleh karena itu, menurut Dewi, dokter yang melakukan perawatan harus melakukan studi penyesuaian terlebih dahulu.

    Usai melakukan perawatan laser, perlu dihindari krim malam yang biasanya ditujukan untuk pengelupasan kulit. Hal ini dikarena keadaan kulit usai laser telah mengalami iritasi.

    Penggunaan pelembab juga berlu diperhatikan karena sebagian ada yang mengandung asam silat yang bersifat mengiritasi. "Dihindari selama satu sampai tiga hari," ujar Dewi.

    Rentang usia yang diperbolehkan melakukan perawatan kulit dengan laser, menurut dokter Dewi, adalah mulai dari usia 20 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.