Sabtu, 22 September 2018

Kendall Jenner Dibully, Simak Cara Terbaik Menangani Body Shaming

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi rap Igor Saykoji membawakan lagu saat kampanye stop bullying #jangandianggapremeh di CFD kawasan Bunderan HI, Jakarta, 13 Mei 2018. Kampanye ini juga diramaikan oleh rapper Young Lex, Syahrini, dan pengacara Hotman Paris. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penyanyi rap Igor Saykoji membawakan lagu saat kampanye stop bullying #jangandianggapremeh di CFD kawasan Bunderan HI, Jakarta, 13 Mei 2018. Kampanye ini juga diramaikan oleh rapper Young Lex, Syahrini, dan pengacara Hotman Paris. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Body shaming bisa dialami siapa saja. Salah satunya model Kendall Jenner. Kendall mengecam bullying yang diterimanya. Kendall dibully oleh jagat maya setelah gambar telanjangnya yang sedang berlari di pantai dibagikan jutaan netizen.

    Baca: Penyebab Kendall Jenner Tumbang Setelah Suntik Vitamin C

    Para warganet ada yang menertawakan dia. Ada pula yang menjelek-jelekan Kendall karena dinilai model ini terlalu kurus sehingga badannya tidak terlihat bagus.

    Menanggapi bully yang diterimanya, Kendall menggungah video saudara perempuannya Kylie Jenner yang juga pernah berada di posisi Kendall. Dalam video itu, Kylie berbicara bahwa dirinya sering dikira aneh oleh orang. Ada pula yang menilai dirinya lucu. "Saya sudah dibully sejak saya berusia 9 tahun. Saya rasa saya sudah bisa menanganinya," kata Kylie dengan nada bergetar.

    Kendall Jenner berpose saat menghadiri acara Harper's BAZAAR "ICONS oleh Carine Roitfeld di The Plaza di New York, 7 September 2018. Charles Sykes/Invision/AP

    Selain Kendall, Body Shaming juga dialami penulis Ika Natassa. Menurut dia, menulis adalah pekerjaan yang paling adil karena tidak k mensyaratkan apa pun, baik pendidikan, penampilan fisik, kesehatan, kelengkapan indra, suku, maupun agama."Kami murni dinilai dari karya dan kreativitas," kata penulis novel Critical Eleven ini, awal September itu.

    Namun anggapan ini buyar sejak novelnya populer dan namanya dikenal. Berulang kali fisiknya dikritik. Pada2014, misalnya, seseorang berkomentar bahwa foto Ika yang disertakan dalam profil penulis merusak imajinasinya. Pengkritik berakun anonim itu sebelumnyamembayangkan Ika sama seperti tokoh utama novelnya, yang cantik dan langsing. Seseorang juga pernah mencela giginya. "Body shamingitu terselip dalam komentar di media sosial, bahkanreviewbuku," ujar Ika.

    Baca: Kendall Jenner Kepergok Bersama Pria Misterius

    Meira Anastasia punya pengalaman serupa. Istri aktor dan sutradara Ernest Prakasa ini sering dicela di media sosial. Meira, yang berambut pendek, dinilai kurang perempuan. Ia juga dianggap tak cukup cantik sebagai pasangan artis. "Macam-macam komentarnya, dari lengan yang besar, perut buncit, kulit cokelat, enggak pakaimakeup," katanya.

    Gara-gara komentar miring itu, penulis skenario filmSusah Sinyaltersebut merasa rendah diri. Tapi, setelah ia berdamai dengan diri sendiri, celaan itu justru menginspirasinya menulis bukuImperfect.Buku yang dirilis pada Mei lalu iniberisi kegalauannya dan caranya bangkit melawan komentar negatif tersebut.

    Penerimaan tiap orang terhadap celaan fisik berbeda. Ada yang menanggapinya dengan santai, ada juga yang jadi depresi. Menurut psikolog Roslina Verauli, penerimaan itu antara lain bergantung pada profil diri masing-masing. Profil diri tak hanya ditentukan oleh anggapan terhadap tubuh sendiri, tapi juga dipengaruhi oleh, antara lain, pandangan mengenai kecerdasan dan kemampuan diri.

    Kalau pandangan seseorang lebih dominan pada urusan tubuh, celaan orang terhadap penampilan fisik akan sangat berpengaruh. Lain halnya jika orang itu merasa percaya diri dalam hal apa pun. Kritik terhadap tubuh biasanya ditanggapi dengan santai. "Makin dia nyaman dengan dirinya, percaya diri, merasa dirinya kompeten, makin ia tak terpengaruh oleh penilaian orang lain," tuturnya.

    Kendall Jenner berpose dalam pemotretan untuk Estee Lauder. Instagram.com/@Kendalljenner

    Vera, sapaan Roslina menyarankan agar mereka yang merasa rendah diri atas penampilan diri melihat sisi lain pribadinya, seperti kompetensi, hobi, ketertarikan, dan prestasi. "Perhatiannya harus dialihkan agar enggak cuma ke badan, tapi ke hal-hal yang positif."

    Meira Anastasia pun mengalihkan perhatiannya pada hal-hal yang ia sukai, seperti olahraga. Selain membuatnya melupakan celaan, olahraga memacu endorfin, senyawa kimia tubuh yang memunculkan perasaan bahagia. "Jadi lebih positif, bahagia, dan sehat," ucapnya.

    Baca: Kendall Jenner Menderita Hipokondria, Takut akan Kesehatan Tubuh

    Jika masih ada orang yang mencela penampilan fisik, ujar Vera, sebaiknya diabaikan. Mereka yang melakukanbodyshaming, dia menambahkan, sebenarnya menilai diri sendiri negatif.Mereka berusaha mengangkat penilaian itu dengan cara instan, yakni merendahkan orang lain.

    Untuk sesaat, cara ini memang membuat orang itu merasa lebih baik. Namun, kemudian, penilaian tersebut akan jatuh karena sebenarnya mereka tak memperbaiki masalahnya. "Mereka yangjulidatau berkomentar negatif itu sebenarnya sedang membicarakan diri sendiri.Menggambarkan apa yang dia anggap penting tapi sebetulnya dia enggak punya," ucapnya.

    Ika Natassa pun memilih tak mengacuhkan berbagai olok-olok tentang fisiknya dan tetap menulis. "Yang seperti itu ada di mana-mana, kebanyakan dari orang asing yang mencari perhatian, dan saya memilih tak termakan hal seperti itu," katanya.

    ELLE | NUR ALFIYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.