Anthony Ginting Suka Unggah Makanan di Instagram, Apa Maknanya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting mengepalkan tangannya ketika bertanding melawan Kento Momota pada final China Open 2018 di Changzhou, Cina, Ahad, 23 September 2018. Di antara atlet Indonesia dalam kejuaraan ini, hanya Anthony yang maju ke final.  ANTARA/Humas PP PBSI

    Pebulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting mengepalkan tangannya ketika bertanding melawan Kento Momota pada final China Open 2018 di Changzhou, Cina, Ahad, 23 September 2018. Di antara atlet Indonesia dalam kejuaraan ini, hanya Anthony yang maju ke final. ANTARA/Humas PP PBSI

    TEMPO.CO, Jakarta - Anthony Sinisuka Ginting, atlet bulu tangkis Indonesia yang baru saja menjadi juara di China Open 2018, rupanya cukup gemar membagikan foto makanan di media sosial. Pada akun Instagram pribadinya, Ginting beberapa kali mengunggah foto makanan.

    Baca: Anthony Sinisuka Ginting Juara China Open, Ini Manfaat Badminton

    Mengunggah foto makanan sudah menjadi hal yang biasa dilakukan masyarakat. Ginting sendiri adalah satu dari banyak pengguna Instagram yang mengunggah foto makanan, entah itu untuk pamer, sekadar berbagi momen, berbagi informasi tentang makanan, atau untuk tujuan bisnis.

    Sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas Washington menjelaskan bagaimana beberapa orang memilih mengunggah foto makanan di Instagram demi melacak asupan makanan dalam memenuhi tujuan makan sehat atau penurunan berat badan.

    Dalam makalah yang dipresentasikan dalam Konferensi CHI 2017 tentang Faktor Manusia dalam Sistem Komputasi pada Mei 2017, para peneliti melakukan wawancara mendalam dengan 16 orang yang secara konsisten mengunggah makanan yang mereka makan ke Instagram. Para peneliti mencoba mencari tahu manfaat dan tantangan menggunakan media sosial untuk tujuan makan sehat dan kesehatan 16 orang itu.

    Berdasarkan hasil wawancara, ternyata 16 orang itu memilih mengambil foto dari apa yang mereka makan, lalu mereka unggah ke Instagram menggunakan hashtag #fooddiary atau #foodjournal. Beberapa juga menggunakan foto sebagai referensi sehingga mereka dapat mengingat untuk mencatat makanan mereka di kemudian hari.

    “Keuntungan dari foto adalah lebih menyenangkan daripada mengeluarkan buku atau mengetik ratusan kata deskripsi dalam aplikasi,” kata penulis utama studi, yang juga mahasiswa Desain dan Rekayasa Teknik Manusia di Universitas Washington, Christina Chung.

    Plus, memiliki akun visual tentang apa yang dimakan dalam sehari, baik dari segi porsi maupun kualitas, dapat membantu orang lain. Orang yang diwawancarai mengatakan dukungan sosial dan emosional dari pengguna Instagram lain membantu mereka tetap fokus pada tujuan makan yang sehat, dan banyak yang berusaha memberikan dukungan itu untuk orang lain.

    Dalam beberapa kasus, seseorang merasa bertanggung jawab kepada pengguna dan pengikut Instagram lainnya menyebabkan seseorang menjadi lebih jujur tentang kebiasaan makan mereka. Karena Instagram memungkinkan seseorang membuat akun yang berbeda untuk tujuan yang berbeda di bawah profil pengguna yang sama, orang-orang melaporkan bahwa mereka dapat dengan mudah menemukan komunitas dan pengikut dengan minat yang sama menggunakan pelacakan makanan, penurunan berat badan, atau hashtag makan sehat.

    Baca: Anthony Sinisuka Ginting Suka Smoothie Bowl? Intip Resepnya

    "Dengan Instagram, Anda dapat memiliki bagian terpisah dari profil Anda yang didedikasikan untuk jurnal makanan," kata Chung.

    WASHINGTON.EDU | NYDAILYNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.