Hari Rabies Sedunia, Kenali 2 Jenis Vaksin Rabies

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Humane Society International (HSI) menyuntikkan vaksin anti rabies ke anjing milik warga dalam vaksinasi massal di Payatas, Filipina, 26 September 2017. Filipina merupakan negara dengan rabies tertinggi kelima di dunia. REUTERS/Romeo Ranoco

    Anggota Humane Society International (HSI) menyuntikkan vaksin anti rabies ke anjing milik warga dalam vaksinasi massal di Payatas, Filipina, 26 September 2017. Filipina merupakan negara dengan rabies tertinggi kelima di dunia. REUTERS/Romeo Ranoco

    TEMPO.CO, Jakarta - Kematian Euprasia L. Gleo (5 tahun) di RSUD TC Hillers Maumare, Sikka Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu 1 September 2018, karena digigit anjing pada 4 bulan sebelumnya, telah meningkatkan kesadaran segenap warga Sikka akan bahaya rabies.

    Baca: Robby Purba Pernah Kena Rabies, Simak Kisahnya

    Hari Rabies Sedunia dirayakan Jumat, 28 September 2018 untuk meningkatkan kesadaran tentang perlunya mengalahkan penyakit mengerikan ini. Tanggal 28 September ditetapkan untuk mengenang kematian Louis Pasteur, ahli kimia dan mikrobiologi Perancis, yang mengembangkan vaksin rabies pertama.

    Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia Wilayah DI Yogyakarta, Fx Wikan Indrarto mengatakan ada tiga cara utama untuk melindungi diri dari rabies. "Yaitu mengurangi risiko gigitan binatang, perawatan hewan peliharaan, terakhir adalah vaksinasi untuk hewan dan manusia," kata Wikan dalam keterangan persnya 28 September 2018.

    Ada dua jenis vaksin rabies, yaitu Profilaksis Pra-Pajanan (PrPP), yaitu vaksinasi pencegahan sebelum paparan virus rabies, dan Profilaksis Pasca Pajanan (PEP), yaitu vaksinasi untuk menghentikan timbulnya rabies setelah terpapar virus. PrPP adalah serangkaian vaksinasi pencegahan rabies yang biasanya diberikan kepada orang yang dianggap berisiko tinggi terpapar, misalnya petugas pengawas hewan, dokter hewan, atau orang yang tinggal di atau bepergian ke, daerah endemis rabies. "Jika seseorang telah mendapatkan PrPP dan terkena rabies, tetap masih perlu PEP, tetapi dosis PEP berkurang. Sebuah paket vaksin rabies secara lengkap, yaitu PrPP atau PEP, akan menginduksi kekebalan atau imunitas tubuh terhadap virus rabies selama bertahun-tahun," katanya.

    PEP adalah suatu program vaksinasi yang melindungi terhadap rabies, setelah terkena gigitan binatang. PEP terdiri dari suntikan imunoglobulin atau antibodi terhadap virus rabies ke dalam luka, dan serangkaian vaksinasi rabies lanjutan. Jumlah, dosis dan jadwal vaksin mungkin berbeda-beda. "Tetapi pada umumnya 1 dosis pada setiap hari ke 0, 3, 7, 14 dan 28 setelah gigitan. Agar PEP efektif, haruslah mencakup keduanya, yaitu vaksinasi dan pengobatan imunoglobulin," kata Wikan.

    Pada orang yang telah menerima PEP, masih perlu hanya dua dosis tambahan vaksin, yaitu pada hari ke 0 dan 3 setelah paparan, dengan tidak perlu suntikan immunoglobulin. Efek samping vaksinasi rabies serius sangat jarang terjadi dan risiko kematian akibat rabies, jauh lebih tinggi dibandingkan masalah efek samping vaksinasi.

    Baca: Rabies Mematikan tapi Bisa Dicegah, Kenali 3 Cara Penularannya

    "Momentum Hari Rabies Sedunia pada Rabu, 28 September 2018 tidak hanya untuk mengenang kematian Louis Pasteur, tetapi juga untuk mengeliminasi rabies pada tahun 2030. Rabies adalah penyakit paling mematikan di dunia dengan tingkat kematian 99,9 persen setelah gejala klinis muncul," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.