Rabu, 17 Oktober 2018

Ngiler Nonton Aruna dan Lidahnya, Ini Kisah Sang Food Stylist

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses syuting makanan dalam film Aruna dan Lidahnya/Dok Pribadi

    Proses syuting makanan dalam film Aruna dan Lidahnya/Dok Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - "Kalau kamu mau menonton 'Aruna dan Lidahnya', sebaiknya makan dulu deh. Bisa ngiler nanti di bioskop," kata salah satu penonton film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo itu kepada Tempo pada 26 Oktober 2018. Film Aruna dan Lidahnya memang menampilkan berbagai makanan secara close up. Tanpa kita mencicipinya, film itu sudah berhasil membuat air liur para penontonnya menetes.

    Baca: Ada Apa dengan Aruna dan Lidahnya?


    Food Stylist Puji Purnama sedang melakukan proses syuting Film Aruna dan Lidahnya/Dok Pribadi

    Salah satu tokoh yang berhasil membuat makanan itu tampak lezat adalah sang food stylist, Puji Purnama. Puji yang sudah malang melintang di dunia kecantikan makanan merasa tersanjung saat ditawari Sutradara Aruna dan Lidahnya untuk ikut berkolaborasi. "Ini momen bagus sekali untuk memperkenalkan masakan Indonesia. Kuliner Indonesia kan lagi trend," kata Puji saat dihubungi Tempo pada 30 September 2018.

    Tim Food Stylist Film Aruna dan Lidahnya/Dok Pribadi

    Puji pun langsung mengiyakan tawaran Edwin untuk berkolaborasi. Demi film ini, ia mengatakan harus menolak dua tawaran pembuatan iklan makanan yang harganya cukup menggiurkan. "Saya sempat menolak dua iklan komersil demi Aruna dan Lidahnya. Saya pikir, ini salah satu cara untuk memperkenalkan makanan Indonesia, dan saya sangat semangat," katanya.

    Menurut Puji, dirinya ikut serta ketika proses produksi film itu sudah jalan di tengah. Artinya, Puji tidak ikut ke berbagai lokasi saat Dian Sastro dan teman-temannya mencicipi makanan yang sudah diambil gambarnya itu. "Saya datang di tengah proses produksi, sehingga saya harus mengikuti pola penyajian saat syuting terdahulu," kata Puji.

    Sebagai pekerja kreatif dan terbiasa bekerja secara rinci, Puji mengatakan ada beberapa visual penyajian makanan yang kurang tepat. Misalnya, ia sempat kurang suka dengan mangkuk soto yang digunakannya. Mangkuk itu menurut Puji bergambar kuda laut, dan berwarna biru. "Mangkuk soto itu tidak cocok secara visual, tapi saya harus tetap menggunakan mangkuk itu karena pada syut terdahulu mangkuk itu sudah digunakan," katanya menceritakan suka duka pembuatan film itu.

    Aruna dan Lidahnya merupakan film kedua yang diproduksi Palari Films. Tayang mulai 27 September 2018 (Palari FIlms)

    Puji yang sudah terjuan di dunia food stylist sejak 1997 menilai bahwa syuting makanan secara close up di Aruna dan Lidahnya tidak terlalu sulit. "Kalau di iklan lebih detail. Dalam film ini lebih longgar. Alasannya memang yang diutamakan itu makanan terlihat natural," katanya.

    Puji dan tim hanya memerlukan satu hari saja untuk melakukan syuting berbagai makanan itu.

    Sebagai seorang food stylist, ada perbedaan penting ketika menangani iklan makanan dan juga syuting di film. Ketika bekerja membuat iklan, kata Puji, para klien memiliki permintaan yang sangat rinci. Alasannya, mereka ingin produk mereka terlihat lebih baik dibandingkan produk kompetitornya. Tidak jarang, Puji dan tim harus syuting satu hingga dua hari, namun gambar yang akan digunakan hanya 5 detik saja.

    Baca: Dian Sastrowardoyo: Aruna dan Lidahnya Pengalaman Menyegarkan

    Ketika bekerja dalam film, unsur natural lah yang diutamakan. Sehingga terkadang proses syutingnya lebih lama, namun durasi gambar yang digunakan pun lebih lama. "Walau memiliki perbedaan dalam sistem kerjanya, sebagai food stylist, tugas utama saya itu harus membuat penonton berpikir 'kelihatannya enak'," kata mantan wartawan yang sudah sering menulis tentang kuliner itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.