Rabu, 17 Oktober 2018

7 Makanan Ini Sering Dianggap Jahat, Padahal Banyak Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Popcorn dari jagung bunga, verietas jagung yang banyak dijumpai di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Raimanuk, Kabupaten Belu. TEMPO/Mardiyah Chamim

    Popcorn dari jagung bunga, verietas jagung yang banyak dijumpai di Nusa Tenggara Timur, khususnya di Raimanuk, Kabupaten Belu. TEMPO/Mardiyah Chamim

    TEMPO.CO, Jakarta - Diet sehat itu selalu dikaitkan dengan mengonsumsi makanan rendah lemak. Namun, terjadi perubahan dramatis dalam beberapa tahun belakangan ini dalam ilmu diet makanan mengenai makanan mana yang baik atau tidak.

    Baca: Sempat Diklaim Tak Sehat, Ternyata Makanan Ini Sahabat Kesehatan

    Berikut ini tujuh makanan yang direkomendasikan. Bahkan, para ahli mengingatkan bahwa Anda tidak bisa hidup tanpanya.

    1. Alpukat: sumber energi yang lezat
    Pada generasi lalu dalam era diet rendah lemak, para ahli gizi menganggap avokad memiliki kandungan lemak tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa justru lemak tersebut dapat mengurangi lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol jahat, mengutip Forbes, Rabu 3 Oktober 2018.

    Alpukat juga mengandung vitamin dan mineral, termasuk potasium, kalium, magnesium, dan folat, juga kaya vitamin K, C, E, B-5, dan B-6. “Alpukat menyimpan rasa kenyang lebih tinggi sehingga Anda tidak mudah lapar,” kata ahli diet dan direktur program pendidikan nutrisi dan dietetik University of Nevada, Las Vegas, Samantha Coogan, sembari merekomendasikan untuk mengonsumsi alpukat dalam jumlah sedang.

    2. Telur: miliki sumber protein tempo dulu saat ini
    Konsumi telur dalam jumlah berlebih telah lama dikaitkan dengan kolesterol meningkat dan penyakit kardiovaskular. Kini para ahli mengakui bahwa telur memiliki sisi yang sehat. The American Heart Association memperbolehkan makan telur termasuk kuningnya per minggu, catat Ashley Amaral, ahli diet bersama Banner Health di Arizona. “Anda tidak dapat menghilangkan kuning telur dari diet Anda. Sebab, terdapat nutrisi penting di dalamnya seperti folat, vitamin D, dan B-12,” kata Coogan.

    3. Kentang: makanan untuk otak dan otot
    Ketika diet rendah karbohidrat menjadi populer, beberapa buah dan sayur justru mendapat cap buruk akibat kadar gula yang tinggi. Kini kentang justru sebagai sumber utama potasium yang memiliki dua kali mineral lebih banyak per porsi seperti pisang. Coogan mengatakan bahwa karbohidrat dalam kentang sangat baik untuk membangun kembali glikogen otot setelah Anda berolahraga.

    4. Beras putih: pemulih energi secara cepat dengan banyak keuntungan
    Secara alami, nasi putih rendah lemak mengandung vitamin B-6, magnesium, dan beberapa protein baik. “Tidak ada alasan untuk mengganti beras putih dengan beras merah, terutama saat mengisi energi setelah berolahraga,” kata Coogan.

    5. Kacang-kacangan: lemak baik dalam porsi kecil
    Kacang-kacangan banyak mendapat kritik karena mengandung lemak yang tinggi. Namun, penelitian saat ini memulihkan kritik tersebut. Mereka tergolong lemak tunggal dan tak jenuh ganda merupakan tipe lemak baik. Mereka juga berserat dan berprotein.

    6. Popcorn: rayakan camilan ini
    Popcorn adalah camilan sehat yang dikemas dengan serat gandum utuh dan mengandung antioksidan, termasuk polifenol, nutrisi yang dilaporkan meningkatkan kesehatan otak.

    Baca: Ketahui Bedanya Makanan Autentik dan Generik

    7. Cokelat hitam: pilihan makanan penutup yang baik
    Cokelat hitam itu kaya akan antioksidan yang disebut flavonoid, yang bagus untuk kesehatan jantung dan dapat meningkatkan fungsi kognitif. Karena masih tergolong makanan berkalori tinggi, makan dengan porsi kecil atau sekitar 1 ons.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.