Rabu, 17 Oktober 2018

Gamal Albinsaid Gantikan Ratna Sarumpaet, Siapa Gamal?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Medika, Gamal Albinsaid, di Jakarta, 22 Maret 2016. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Perusahaan Indonesia Medika dan aktivis sosial, Gamal Albinsaid masuk dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Adil Makmur pasangan Prabowo -Sandiaga yang akan menjadi Juru Kampanye Nasional dan menggantikan posisi aktivis Ratna Sarumpaet. "Dokter Gamal Albinsaid ini adalah anak muda punya kedekatan dengan saya pribadi," kata Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno di Sunter, Jakarta Utara, Jumat 5 Oktober 2018.

    Baca: Tokoh 17 Agustus: Solusi Gamal Albinsaid Mengatasi Biaya Medis

    Sandiaga dan Gamal sama-sama aktif di kegiatan wirausaha sosial. Gamal adalah dokter yang menggagas layanan kesehatan berbasis bank sampah di Malang dan sekarang sudah ada di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, Gamal sekarang giat di kegiatan - kegiatan yang menyentuh kewirausahaan sosial sebagai solusi untuk memerangi kemiskinan, mengangkat kesejahteraan masyarakat.

    "Dokter Gamal Albinsaid itu saya lirik, sudah saya lirik mungkin dua bulan terakhir dan dia sudah bersedia bergabung bersama sekitar 120 anak muda, ini anak muda yang berpandangan sebagai wirausaha sosial," kata Cawapres yang diusung oleh partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Demokrat.

    Gamal Albinsaid. Dok.TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Tempo pernah mewawancarai Gamal Albinsaid pada 2014 silam. Saat itu Gamal yang berusia 24 tahun bercerita tentang mendapat penghargaan "First HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" dari Pangeran Charles yang ia terima langsung pada akhir Januari lalu.

    "Selama berkarier, penghargaan Prince Charles ini sepertinya yang paling tinggi buat Gamal," katanya saat ditemui di sebuah kedai kopi kawasan Sarinah, Jakarta.

    Sebelumnya, anak ketiga dari empat bersaudara ini sudah pernah menerima berbagai penghargaan, termasuk dari Wali Kota Malang dan Menteri Riset dan Teknologi untuk berbagai penelitian yang pernah ia lakukan.

    Sambil melahap kue dan jus alpukat, pria berjas hitam ini menceritakan tentang program kesehatan yang ia bangun bersama rekan-rekannya, yang membuat dia mendapat penghargaan dari putra Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip dari Kerajaan Inggris tersebut.

    Pengelolaan sampah untuk kesehatan itu dimulai ketika pria yang sejak kecil bercita-cita ingin menjadi dokter tersebut melihat berbagai data tentang masyarakat Indonesia. Ia kaget ketika tahu sekitar 60 persen masyarakat Indonesia tidak memiliki asuransi. Juga sekitar separuh masyarakat Indonesia hanya berpenghasilan kurang dari US$ 2 (sekitar Rp 24 ribu) per hari. "Lalu berapa jumlah uang yang bisa mereka sisihkan untuk kesehatan, coba?" katanya.

    Keinginannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam hal kesehatan pun makin kuat ketika ia mendengar kasus anak pemulung, Khairunnisa. Bocah 3 tahun itu dinyatakan meninggal karena sakit diare. Anak malang itu mengembuskan napas terakhirnya di gerobak sang ayah yang hanya berpenghasilan Rp 10 ribu per hari.

    Melihat keadaan itu, Gamal dan empat temannya, dibantu oleh seorang dosen pembimbing, Rita Rosita, mendirikan "Indonesia Medika", sebuah perusahaan di bidang kesehatan pada 2010. Berbagai program dibuat oleh Gamal yang saat itu masih duduk sebagai mahasiswa semester V Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

    Baca: Dipolisikan soal Ratna Sarumpaet, Fadli Zon Bakal Lapor Balik

    Untuk manajemennya, ia merekrut teman-temannya yang masih berusia di bawah 24 tahun dari berbagai cabang ilmu untuk bekerja di perusahaan itu.

    ANTARA | KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.