Senin, 10 Desember 2018

Tilik Penyebab Kanker Prostat Seperti Dialami Rudy Wowor

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker pada pria. Shutterstock

    Ilustrasi kanker pada pria. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah berjuang melawan kanker prostat, aktor dan koreografer Indonesia Rudy Wowor meninggal di usia 77, pada Jumat pagi, 5 Oktober 2018, sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah rumah sakit di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

    Baca juga: Rudy Wowor Wafat, Tilik 6 Makanan yang Bisa Cegah Kanker Prostat

    Kanker prostat terutama menyerang pria usia lanjut. Enam dari sepuluh kasus didiagnosis pada pria di atas usia 65, tetapi kurang dari 1 persen pada pria di bawah usia 50.

    Meskipun jarang, kanker prostat dapat terlihat pada pria di usia 30-an dan 40-an. Pria dengan riwayat keluarga menderita kanker prostat lebih mungkin terkena penyakit ini.

    Menurut Urology Care Foundation, kanker prostat merupakan penyakit kanker nomor dua penyebab kematian pria Amerika. Sekitar 1 dari 7 pria di Amerika didiagnosis mengidap penyakit ini, dan sekitar 1 dari 39 pria akan bisa kehilangan nyawa karenanya.

    Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih pada pria, dan merupakan bagian dari sistem reproduksi. Beberapa pria mengidap kanker prostat, biasanya kala usia lanjut.

    Jika kanker berkembang di kelenjar prostat, kemungkinan akan tumbuh perlahan. Dalam kasus yang jarang terjadi, sel-sel kanker mungkin lebih agresif, tumbuh dengan cepat, dan menyebar ke area lain pada tubuh.

    Apa yang menyebabkan kanker prostat? Seperti semua jenis kanker lainnya, penyebab pasti kanker prostat tidak mudah ditentukan. Dalam banyak kasus, beberapa faktor mungkin terlibat, termasuk genetika dan paparan racun yang berasal dari lingkungan, seperti bahan kimia atau radiasi tertentu.
    Ilustrasi dokter/kesehatan. Pixabay.com
    Pada akhirnya, mutasi pada DNA atau materi genetik mengarah pada pertumbuhan sel kanker. Mutasi-mutasi ini menyebabkan sel-sel pada prostat mulai tumbuh tak terkendali dan tidak normal (abnormal) yang kemudian berubah menjadi sel kanker.

    Sel kanker terus tumbuh dan membelah sampai tumor berkembang. Jika Anda memiliki jenis kanker prostat yang agresif, sel-sel dapat bermetastasis atau meninggalkan situs tumor asli dan menyebar ke bagian lain tubuh Anda.

    Di sisi lain, para ahli kesehatan setuju bahwa diet berkontribusi terhadap risiko kanker prostat. Pria yang mengkonsumsi banyak lemak, terutama dari daging merah dan sumber lemak hewani lainnya yang dimasak dengan suhu panas tinggi, lebih mungkin mengembangkan kanker prostat. Kasus penyakit ini jauh lebih umum ditemukan di negara-negara di mana daging dan produk susu adalah makanan pokok.

    Hal-hal berikut ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat, yaitu tinggi badan, obesitas, kurang olahraga, merokok, konsumsi tomat rendah, asupan kalsium tinggi, asupan asam linoleat tinggi, ras Afrika-Amerika dan riwayat keluarga atau faktor keturunan.

    Masih banyak asumsi yang jadi bahan perbincangan tentang faktor risiko kanker prostat ini. Misalnya hubungan antara kanker prostat dengan kehidupan seks yang aktif. Karena sebagian penelitian menyebutkan bahwa rajin berhubungan seks justru bisa mengurangi risiko kanker prostat, sementara peneliti lain  meragukannya.

    Baca juga: Rajin Bercinta Kurangi Risiko Kanker Prostat

    TABLOIDBINTANG | HEALTHLINE | WEBMD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.