Sutopo Purwo Nugroho Kanker Paru, Cek 6 Tahap Perkembangannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanker Paru-paru Kerap Terlambat Ditangani

    Kanker Paru-paru Kerap Terlambat Ditangani

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya, yaitu kanker paru.

    Baca juga: Kanker Paru, Begini Semangat Sutopo yang Patut Ditiru

    "Meski kanker paru stadium 4B, saya tetap berusaha melayani media dan masyarakat dengan baik. Untuk rekan penyintas kanker, jangan patah semangat. Tetap sabar, kerja, dan berdoa. Hidup itu bukan panjang-pendeknya usia. Tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain," ucap Sutopo dalam akun Twitternya, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Sutopo menyatakan dirinya masih sakit, serta masih dalam tahap pemulihan dari kanker paru. "Fisik rasanya makin lemah. Nyeri punggung dan dada kiri menyakitkan. Rasa mual, ingin muntah, sesak napas dan lainnya, saya rasakan. Bahkan tulang belakang saya sudah bengkok karena tulang terdorong massa kanker, makanya jalan saya miring," ungkapnya.
    Sutopo, tetap melayani masyarakat meski kanker paru stadium 4B (Twitter @sutopo_pn)
    Penyakit kanker paru-paru stadium 4B yang dialam Sutopo Purwo Nugroho diketahui telah menyebar di beberapa bagian tubuh sehingga menjadi lemah dan sulit tidur nyenyak.

    Kanker paru-paru adalah kanker yang dimulai di paru-paru. Orang yang merokok memiliki risiko terbesar terkena kanker paru-paru, meskipun juga dapat terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.

    Risiko kanker paru-paru meningkat seiring lamanya waktu dan jumlah rokok yang Anda hisap. Jika Anda berhenti merokok, Anda dapat secara signifikan mengurangi kemungkinan terkena kanker paru-paru.

    Selanjutnya mengenal jenis kanker Paru dan tilik tahapan perkembangannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.