Rabu, 17 Oktober 2018

Sutopo Purwo Nugroho Ulang Tahun, Ini Kado Terindah Baginya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi (kiri) menyaksikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperlihatkan dokumentasi pertemuan mereka di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, JakartaSutopo Purwo Nugroho tak pernah surut memberikan informasi begitu terjadi bencana, meski sakit serius sedang menderanya. Sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ia memang orang pertama yang dicari wartawan ketika terjadi bencana. Ia juga aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi soal kebencanaan. Kebetulan hari ini, 7 Oktober 2018 ia berulang tahun ke-49. "49 tahun juga saya melalui kehidupan. Begitu banyak ucapan selamat ulang tahun dan doa yang saya terima, baik lisan, whatsapp, telepon, sms, sosial media, dan lainnya," kata Sutopo dalam pesan singkat 7 Oktober 2018.

    Baca: Cerita Sutopo Pernah Menolak Tawaran Jadi Humas BNPB

    Menurut Sutopo, hal itu semua itu adalah kebahagiaan dan nikmat yang luar biasa baginya. "Sungguh, semua itu, adalah kebahagiaan dan nikmat yang luar biasa saya rasakan di hari ini. Begitu banyak yang menyayangi dan emberikan perhatian untuk saya," katanya sambil mengucapkan terima kasih.

    Sejak Januari 2018, Sutopo dinyatakan mengidap kanker paru-paru stadium 4. Penyakit itu tentu mengganggu aktivitasnya. Ia tetap berusaha menjalankan tugasnya meskipun kadang sering menahan rasa sakit. Banyak wartawan pun bersimpati. Terakhir, para wartawan berupaya mempertemukannya dengan penyanyi Raisa yang merupakan idolanya.

    “Saat gempa Lombok (29 Juli 2018), saya habis kemoterapi langsung konferensi pers. Stres dan capek kadang, tapi menikmati," katanya kepada wartawan Tempo, Diko Oktara, yang mewawancarainya September lalu. Wawancara ini diperbarui kembali pada 4 Oktober lalu menyangkut gempa dan tsunami di Palu.

    Sutopo bercerita tentang tagar #SutopoMeetJokowi. Menurut Sutopo, ia punya foto jabat tangan dengan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Foto itu dipasang di rumah ayahnya di Boyolali. "Tapi dengan Pak Jokowi sulit sekali. Waktu gempa bumi di Pidie Jaya pada 2016, saya sudah dekat sekali dengan Pak Jokowi, jarak setengah meter, tangan saya sudah ingin menjabat. Tiba-tiba ada Paspampres, enggak bisa. Saya kagumi beliau sebagai pemimpin karena ada kelebihan seperti berpikir beda dan sederhana. Saya juga kagum sama Pak Habibie dan SBY," kata Sutopo.

    Jumat 5 Oktober 2018 Sutopo diundang untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor."Alhamdulillah, akhirnya bisa berjabat tangan dan bertemu langsung dengan Bapak Presiden Jokowi. Sungguh ini nikmat yang luar biasa bagi pribadi saya. Kado ulang tahun terindah untuk saya," tulisnya dalam pesan yang beredar di media sosial.

    Baca: Saat Warga Jerman Jadikan Sutopo BNPB Konsultan Acara Pernikahan

    Ia juga mengisahkan, Presiden Jokowi kaget saat ia menceritakan bahwa sedang sakit kanker paru-paru stadium 4B. Jokowi bertanya,"Kok seperti tidak sakit? Masih setiap hari menjelaskan penanganan bencana dengan semangat?"

    Sutopo Purwo Nugroho lalu mengatakan,"Saya tahan sakit itu. Rasa nyeri di tubuh saya lawan. Saya harus terus menyampaikan informasi bencana ke media dan masyarakat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.