Rabu, 17 Oktober 2018

Pemilik Roti Bakar Eddy Meninggal, Intip Perjuangannya di Jakarta

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ucapan duka untuk Eddy Supardi, pemilik Roti Bakar Edi. Instagram.com/@Risdiantiedi

    Ucapan duka untuk Eddy Supardi, pemilik Roti Bakar Edi. Instagram.com/@Risdiantiedi

    Setelah memiliki gerobak sendiri, Eddy memberanikan diri membuka usaha roti bakar pada 1971. Suami Runtah ini mulai berjualan di Jalan Hasanuddin, Blok M. Penghasilannya naik jadi Rp 250 sehari. Kesabarannya menjalani usaha sekitar lima tahun membuahkan hasil. Tanpa diduga, seorang pegawai kelurahan tempat ia mangkal mengajaknya ikut serta kejuaraan "masakan antarbangsa" yang diselenggarakan pemerintah DKI Jakarta di Balai Sidang. "Pesaingnya waktu itu orang-orang hotel. Penampilan saya apa adanya, tapi saya berhasil menjadi juara pertama," ujarnya bangga.

    Baca: Mengenal Perawatan Hospice, Pilihan untuk Meninggal yang Tenang

    Dari situlah nama Roti Bakar Eddy semakin tenar. Piagam penghargaan sebagai pemenang pertama dari Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta waktu itu) dipajang di gerobak roti bakarnya. Di era Tjokropranolo (Gubernur DKI selanjutnya), Eddy kembali menjadi pemenang pertama dalam perlombaan masakan. "Sejak hari-hari itu pelanggan saya tambah banyak, pendapatan naik dua kali lipat," tuturnya.

    Berkat kerja kerasnya, Eddy berhasil mempertahankan usahanya. Soal omzet, dia enggan memerincinya. Namun, dia memberi gambaran usahanya pada 2005. Setiap harinya rata-rata pembeli mencapai 500 orang. Hari libur bahkan bisa melonjak jadi 1.000 orang. Dengan harga jual Rp 7.000 per porsi, omzet bapak empat anak ini bisa mencapai Rp 100 jutaan per bulan. Dengan itu, kini dia mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi 24 orang. Mereka mendapat upah rata-rata Rp 40 ribu per hari.

    Saat ini warung tenda Roti Bakar Eddy semakin kaya dengan pilihan menu. Tidak hanya roti bakar yang dijual di sini, tapi beraneka makanan lainnya, seperti nasi goreng, bubur ayam, hingga pempek. Uniknya, para penjual menu selain roti bakar itu bukan Eddy, melainkan bekas anak buahnya.

    Meskipun demikian, mereka semua mengenakan seragam Roti Bakar Eddy. Dari hasil kerja kerasnya, bapak dengan wajah kalem ini telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga tingkat sarjana.

    Baca: Montserrat Caballe, Penyanyi Opera Spanyol, Meninggal di Usia 85

    Hingga 2018 ini, usaha Roti Bakar Eddy sudah memiliki 9 buah cabang. Roti Bakar Eddy tersedia di Blok M, Tanah Abang, Ciledug, Pondok Pucung, Haji Nawi, Pondok Gede, Lenteng Agung, Margonda, dan Cibubur. Usaha Roti Bakar Eddy pun saat ini dikelola oleh anak-anak Eddy.

    KHAIRUNISSA | INSTAGRAM | ROTIBAKAREDDY.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.