Selasa, 11 Desember 2018

Cek 5 Solusi Ini, Agar Depresi Tak Mengganggu Kesehatan Jiwa

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi melukis -depresi (pixabay.com)

    ilustrasi melukis -depresi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Seseorang yang mengalami depresi atau kecemasan bisa saja didiagnosis mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Baca juga: DNA Orang Depresi Lebih Cepat Menua 8 Bulan dari Orang Biasa

    Untuk mengatasi hal tersebut, seseorang mesti melakukan perubahan gaya hidup yang dapat meningkatkan suasana hati lebih baik, mengurangi stres, hingga mengatur kesehatan jiwa setiap hari. Berikut lima perubahan gaya hidup dilansir Quartzy, Kamis:

    1. Asupan makanan sehat dan mulailah bergerak
    Pilihlah makanan sehat yang memberikan nutrisi bagi otak, seperti sayuran hijau, polong-polongan, gandum, daging merah tanpa lemak, dan makanan laut.

    Sebab, makanan tersebut kaya akan magnesium, folat, seng, dan asam lemak esensial. Selain itu, otak juga perlu mendapatkan polifenol yang diperoleh dari beri, teh, cokelat hitam, anggur hingga herbal tertentu.
    Ilustrasi jogging. Getty Images/Mike Powell
    Kemudian, lakukan olahraga, contohnya renang, joging, angkat beban. Anda dapat berinteraksi sosial dan melihat alam yang berguna dalam meningkatkan kesehatan mental. Lakukan olahraga minimal 30 menit atau sekitar 150 menit selama seminggu.

    2. Kurangi kebiasaan buruk
    Peminum alkohol dan pengguna narkoba cenderung mengalami gangguan mental. Sedikit mengonsumsi alkohol, khususnya anggur, berdasarkan penlitian memiliki efek menguntungkan untuk mencegah depresi. Kendati demikian, data terbaru mengungkapkan mengonsumsi sedikit alkohol tidak ada efek baik untuk fungsi otak.

    Selanjutnya, berhentilah merokok. Nikotin dalam rokok itu berefek candu dan memengaruhi suasana hati seseorang. Sehingga, berhenti merokok itu berhubungan dengan perasaan hati yang lebih baik dan mengurangi kecemasan.

    Selanjutnya, bagaimana tidur atau istirahat bisa melepaskan depresi?


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.