Kamis, 13 Desember 2018

Remaja pun Perlu Prioritas Bantuan Pascabencana, Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi remaja sedih atau galau. Pxhere.com

    Ilustrasi remaja sedih atau galau. Pxhere.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bencana alam kembali menimpa Indonesia. Salah satunya adalah gempa Donggala dan tsunami Palu dengan magnitudo 7,4 pada Jumat 28 September 2018. Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 10 Oktober 2018, korban akibat bencana itu mencapai 2.045 korban.

    Baca juga: 7 Hal Penting untuk Diingat saat Bencana Alam Gempa

    Sayangnya, penanganan terhadap psikologis remaja pascabencana belum menjadi prioritas. Padahal, usia remaja ini menjadi cikal bakal pembentukan identitas diri di usia dewasa.

    “Bencana alam itu membawa perubahan struktur lingkungan, misalnya sekolah yang roboh, kehilangan benda kesayangan. Kemudian, terjadi perubahan struktur keluarga dan sistem dukungan, contohnya anggota keluarga yang hilang, dan remaja menjadi saksi peristiwa yang tidak menyenangkan terkait dengan bencana,” ungkap dokter spesialis kejiwaan Tjhin Wiguna saat berbincang dalam seminar Mental Health Among Youth di Jakarta, Jumat.

    Remaja pascabencana, sambung dr. Tjin, mengalami transisi kehidupan, seperti perasaan bersalah, khawatir terhadap masa depan, mengambil alih peran orang dewasa, perasaan rendah diri, dan kehilangan rasa percaya diri.

    Menurut psikiater Anak dan Remaja yang berpraktik di RSCM ini, peristiwa bencana ini akan terekam dalam otak, khususnya di hipokampus.

    “Peristiwa tersebut seperti dicerna dalam otak, namun harus dibantu dikeluarkan. Sebab, bila dibiarkan akan mengarah pada perilaku conduct, perilaku yang berisiko. Misalnya saja, yang tadinya tidak merokok menjadi perokok. Atau yang sebelumnya tidur tepat waktu, remaja memilih begadang sembari bermain gitar,” jelas dr. Tjhin dari Divisi Pskiatri Anak dan Remaja, Departemen Medik Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

    Oleh sebab itu, lanjutnya, para remaja pascabencana memerlukan pertolongan pertama psikologis (psychological first aid) dalam menghadapi transisi kehidupan remaja pascabencana.

    “Bila hal-hal tersebut tidak membantu mereka dalam pemulihan psikolgis, makan yang tadinya hopeless berubah menjadi depresi. Dan perubahan pada neurokimia ini berdampak pada perkembangan otak dan remaja bertumbuh menjadi remaja yang tidak baik,” tegas dr. Tjin.

    Baca juga: Masa Krusial Kondisi Kesehatan Jiwa Terjadi pada Remaja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jason Momoa dan Amber Heard dalam 6 Fakta Unik Aquaman

    Jason Momoa dan Amber Heard akan memerankan Aquaman dan Merra dalam film dengan cerita tentang kerajaan bawah laut Atlantis.