Meghan Markle dan Pangeran Harry akan Sewa Pengasuh, Ini Tipsnya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Harry dan Meghan Markle mengikuti acara Fluro Friday di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Jumat, 19 Oktober 2018.  REUTERS/Chris Jackson

    Pangeran Harry dan Meghan Markle mengikuti acara Fluro Friday di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Jumat, 19 Oktober 2018. REUTERS/Chris Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengasuh bayi super asal Amerika disewa untuk mengasuh bayi Meghan Markle. Nama pengasuh itu adalah Connie Simpson yang juga pernah membantu mengasuh anak kembar George dan Amal Clooney.

    Baca: Meghan Markle Hamil, Ini Peran Pangeran Harry Menjadi Ayah

    Menurut salah satu sumber dilansir Daily Mail, Minggu 21 Oktober 2018, Simpson berasal dari Alabama Amerika Serikat yang dijuluki "Nanny Connie" itu juga pernah bekerja pada sejumlah selebritis papan atas seperti pasangan Justin Timberlake dan Jessica Biel, serta keluarga Matt Damon. Dia telah membesarkan 250 bayi sepanjang 30 tahun kariernya.

    Meghan Markle dan Pangeran Harry mengumumkan bahwa mereka sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka pekan lalu. The Sunday Star yang dikutip Daily Mail melaporkan Nanny Connie direkomendasikan pada Meghan-Harry oleh keluarga Clooney.

    Ibunya Meghan, Doria Ragland juga akan mengasuh sang bayi bersama Nanny Connie yang akan bertindak sebagai pelatih bagi keluarga kerajaan. "Bayi itu nanti tak akan berpikir kalau ibunya adalah Meghan Markle, atau Meghan Markle adalah istri seorang pangeran dan pewaris tahta. Mereka hanya akan dikenal oleh sang bayi sebagai pemberi susu dan yang memberinya kenyamanan," kata Nanny Connie.

    Pengasuh profesional itu telah menulis sebuah buku berjudul "The Nanny Connie Way: Rahasia Mahir Jadi Orangtua dalam Empat Bulan Pertama", yang diterbitkan awal tahun ini. Bukunya mencakup menyusui, stres ibu baru, waktu mandi dan tidur untuk bayi. Dia mengatakan, hal terpenting yang Meghan dapat berikan kepada bayi itu adalah dirinya sendiri, dan cintanya sebagai seorang ibu, meskipun Meghan akan "kewalahan" pada awalnya.

    Setiap orang tua menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Menjaga, merawat, dan melihat tumbuh kembang anak setiap saat menjadi momen yang sangat menyenangkan. Rahmi Dahnan, psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati mengatakan di dalam memilih pengasuh, hal utama yang harus diketahui orang tua adalah latar belakang pengasuh tersebut, serta siapa pihak yang mereferensikannya. Jika pun harus mencari dari yayasan, maka carilah yayasan yang sudah kredibel dan bertanggung jawab atau risiko yang mungkin terjadi.

    Baca: Meghan Markle Hamil 3 Bulan dan Lalui Perjalanan 20 Jam

    “Karena sangat riskan meninggalkan anak dengan orang yang tidak dikenal. Kita perlu lakukan wawancara singkat sebelum pengasuh masuk ke rumah kita. Misalnya, bagaimana proses pengasuhan orang tuanya dulu. Apakah dia dekat dengan orang tuanya atau tidak, apakah dia pernah mengalami trauma atau tidak,” ujarnya.

    Dari pertanyaan-pertanyaan singkat tersebut, orang tua dapat menilai dan melihat kepribadiannya. Sebab, jika di masa kecil pengasuh tersebut pernah mengalami trauma atau memiliki hubungan yang buruk dengan kedua orang tuanya, hal tersebut akan berpengaruh terhadap pola pengasuhan yang dia lakukan kepada anak kita. Selain itu, yang tidak kalah penting orang tua perlu mencermati kesehatan, karakter, dan pola pikir pengasuh. Jika dia memahami pentingnya menjaga kesehatan maka dia akan mampu menjaga kebersihan dan kesehatan anak.

    Baca: Kerajaan Inggris Umumkan Meghan Markle Hamil

    Dari segi karakter, seorang pengasuh sebaiknya memiliki sifat yang ceria, sabar, jujur, penyayang, serta memiliki pemikiran yang terbuka untuk mau mempelajari aturan atau pola asuh yang akan kita terapkan pada anak. Biasanya, pengasuh yang sudah lebih berpengalaman memiliki gaya pengasuhannya sendiri sehingga orang tua lebih sulit melakukan intervensi. Adapun yang belum berpengalaman, akan lebih terbuka dan orang tua lebih mudah melatih pengasuh tersebut mengenai pola asuh atau peraturan yang sesuai keinginan orang tua.



    ANTARA | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.