Sabtu, 17 November 2018

Masalah Asam Lambung ala David Nurbianto, Ini Olahraga yang Tepat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komedian David Nurbianto. TEMPO/Nurdiansah

    Komedian David Nurbianto. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komika David Nurbianto pernah mengalami peristiwa menegangkan pada 2016 lalu. Seperti diberitakan Tabloid Bintang pada 22 Oktober 2016, kala itu David sedang menonton film di bioskop di kawasan Bintaro.

    Baca: Jangan Sembarangan Mengobati Penyakit Lambung, Ini Kata Dokter

    Tiba-tiba saja pandangan mata pria asli Betawi ini menjadi tidak fokus. David sempat mengira ada masalah dengan kacamata minus yang dipakainya. Namun beberapa detik kemudian, dia merasakan nyeri di perut, sesak napas, pusing dan tubuh berkeringat. "Saya bingung dengan kondisi yang saya alami. Sempat khawatir serangan jantung dan meninggal dunia. Lalu, saya memutuskan keluar bioskop dengan langkah kaki sempoyongan,” ujar David.

    Rupanya, juara Stand Up Comedy Indonesia 4 (Kompas TV) ini asam lambungnya naik akibat dari kebanyakan minum kopi, makan gorengan, pola makan dan tidur tidak teratur, serta tekanan pekerjaan.

    Masalah asam lambung bila parah bisa mengakibatkan penyakit Gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke saluran yang menghubungkan mulut dan perut (esofagus). Tanda dan gejala umum GERD meliputi sensasi rasa panas seperti terbakar di dada, rasa nyeri di dada, kesulitan menelan dan sensasi adanya pembengkakan di tenggorokan.

    Penderita GERD disarankan untuk mengurangi aktivitas berat, salah satunya olahraga, karena itu dapat memicu risiko. Menurut sebuah studi tahun 2006, olahraga yang intens dapat membuat GERD lebih buruk.

    Latihan-latihan tertentu dapat menurunkan aliran darah ke area gastrointestinal. Ini dapat menyebabkan cairan lambung menggenang, menyebabkan peradangan, dan iritasi.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir. Meski menderita GERD, Anda masih bisa melakukan olahraga ringan. Dalam sebuah studi tahun 2009, para peneliti meninjau literatur medis yang tersedia dari tahun 1999 hingga 2008 yang menggambarkan hubungan antara obesitas, kebiasaan diet, aktivitas fisik, GERD, dan perubahan yang direkomendasikan.

    Indikator pertama GERD adalah obesitas, tetapi yang lebih penting, para peneliti menemukan bahwa latihan fisik tingkat sedang tampaknya bermanfaat bagi penderita GERD, seperti berjalan kaki, joging ringan, yoga, mengayuh sepeda stasioner dan renang.

    Baca: Sakit Asam Lambung atau GERD, Apa Gejala dan Risiko Terberatnya?

    Olahraga berat tidak baik untuk penderita GERD karena dapat menyebabkan sensasi terbakar pada dada, seperti berlari, angkat beban, senam, bersepeda, lompat tali dan naik tangga. Posisi tubuh tertentu yang menekan perut dan dada juga dapat memicu gejala GERD. Gerakan-gerakan ini termasuk menggantung terbalik dan membungkuk untuk waktu yang lama, atau ketika melakukan latihan dengan posisi tubuh berbaring, seperti bench presses dan leg curls.

    TABLOIDBINTANG | PHARMACYTIMES | HEALTHLINE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.