Waspada, Diabetes Bisa Akibatkan Impotensi pada Pria

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Impotensi

    Impotensi

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu risiko kesehatan yang bisa menghantui penderita diabetes adalah terkena masalah seksual seperti disfungsi ereksi pada pria. Kalaupun bisa melakukan ereksi, kemampuannya tidak akan semumpuni pria sehat.

    Baca: 3 Penyakit Ini Menimbulkan Masalah Finansial yang Serius

    "Impotensi pada penderita diabetes tinggi. Kemampuan ereksi 10 tahun lebih tua dari kemampuan biologis sesungguhnya. Banyak orang datang ke tempat praktik saya karena disfungsi ereksi. Dicek gula darahnya, tinggi," kata Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dante Saksono H. di Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.

    Disfungsi ereksi merupakan kondisi ketidakmampuan alat vital pria (penis) untuk mencapai dan mempertahankan kondisi ereksi saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan secara memuaskan.

    Pada penderita diabetes kondisi ini terjadi karena terganggunya pembuluh darah sehingga aliran darah ke penis pun terganggu. "Kalau sudah terjadi, di stadium awal bisa diobati. Tetapi kalau sudah stadium lanjut, enggak bisa lagi. Kadang-kadang didiamkan saja, kalau enggak ya enggak mau mengaku," kata Dante.

    Pada perempuan, keputihan yang abnormal akibat diabetes bisa memicu infeksi pada vagina. Salah satu efeknya adalah mengeringnya vagina sehingga membuat penetrasi saat berhubungan seksual menjadi menyakitkan. "Keputihan bisa menyebakan infeksi pada vagina. Menyebabkan elemen vagina berubah. Vagina menjadi kering," kata Dante.

    Baca: Bubur Tak Disarankan Dikonsumsi Penderita Diabetes? Cek Alasannya

    Seseorang disebut menderita diabetes bila kondisi kadar gula darah sewaktunya lebih dari 200 mg/dL dan gula darah puasanya melebihi 126 mg/dL.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.