Sumpah Pemuda 2018, Youtuber: Saatnya Lawan Hoaks! Ini Caranya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Youtuber Comeo Reza Nangin (YouTube)

    Youtuber Comeo Reza Nangin (YouTube)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Sumpah Pemuda 2018, dijadikan momen oleh  YouTuber Cameo Project Reza Nangin untuk mengajak generasi muda yang cinta Indonesia bersuara melawan hoaks-hoaks yang berisiko memecah belah persatuan.

    Baca juga: Etika di Medsos ala Youtuber; Jangan Asal Posting Demi Views

    "Inilah waktunya bagi kita yang tadinya diam ikut bersuara juga. Mereka (penyebar hoaks) ini hanya segelintir orang namun berkoar-koar supaya kesannya banyak, padahal kita jauh lebih besar. Nah sekarang saatnya kita yang memiliki pemikiran positif melakukan perlawanan dengan tidak diam, bagaimanapun dengan kreatifitas masing-masing," tuturnya di Jakarta, Minggu.

    Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa generasi muda bisa melakukannya di media sosial atau dimana pun yang mereka bisa.

    "Kita harus bisa kritis terhadap apa-apa yang kita konsumsi mengingat kita hidup di zaman yang penuh paparan informasi, yang sebetulnya tinggal memilih saja," tambah pegiat perdamaian dari Pendidikan Damai Indonesia (PANDAI) Umamah Nisaul Jannah.

    Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa sikap kritis itu bisa dibangun dengan banyak membaca, mendengar dan memikirkan kembali konsekuensinya sebelum menyebar berita yang belum tentu benar.

    "Minimal buat keluarga Anda, ketika keluarga Anda melihat bagaimana mereka akan bersikap ketika melihat Anda menyebarkan hal-hal seperti itu," tegas Umamah.

    Baik Youtuber Reza maupun Umamah sama-sama mengajak generasi muda agar lebih bijak menggunakan jempolnya ketika memakai media sosial atau platform apapun di dunia maya. "Jempolnya lebih bijaklah," ujar keduanya dalam wawancara yang berlangsung santai.

    Baca jugaRayakan Sumpah Pemuda 2018, Milenial Bertabur Warna di Acara Lari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.