Dikenal Dermawan, Ini 4 Contoh Kebaikan Vichai Srivaddhanaprabha

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemilik klub sepak bola Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha memberi salam sebelum berjalan menuju helikopternya di Stadion King Power pada akhir pertandingan, 3 April 2016. Konglomerat dari Thailand itu membeli Leicester pada 2010. REUTERS/Darren Staples

    Pemilik klub sepak bola Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha memberi salam sebelum berjalan menuju helikopternya di Stadion King Power pada akhir pertandingan, 3 April 2016. Konglomerat dari Thailand itu membeli Leicester pada 2010. REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, Leicester - Vichai Srivaddhanaprabha yang dikenal sebagai pemilik klub bola Leicester City, dinyatakan meninggal pada Sabtu malam. Hal ini terjadi seusai Vichai menonton pertandingan Leicester City melawan West Ham United di Stadion King Power, Inggris. Menurut saksi, Vichai mengendarai sebuah helikopter yang kehilangan kendali saat lepas landas. Helikopter tersebut jatuh di area parkir staf, sekitar 182 meter dari stadion yang kemudian meledak dan terbakar.

    Baca juga: Inilah Sosok Vichai Srivaddhanaprabha, Pemilik Leicester City

    Kecelakaan yang terjadi telah memberikan luka yang mendalam untuk para penggemar dan tim The Foxes. Nyatanya, Vichai dikenal sebagai bos klub yang sangat baik kepada pemain dan pelatih, bahkan pendukung klub tersebut. Dirinya juga dikenal sebagai sosok konglomerat yang sangat dermawan.

    Kesuksesan tim The Foxes dalam merebut trofi Liga Primer Inggis di tahun 2015/2016 telah dianggap sebagai salah satu karma baik atas perbuatannya. Berikut adalah empat kebaikan yang pernah dilakukan Vichai:

    1. Hadiahkan Setiap Pemain Mobil BMW
    Sebagai hadiah bagi tim The Foxes yang telah menjuarai Liga Premier Inggris 2015/2016, Vichai membelikan seluruh pemainnya sebuah mobil bermerek BMW tipe i8. Diketahui, hadiah tersebut bernilai £ 100 ribu atau setara dengan Rp 1,9 miliar. Total sekitar £ 1,9 juta atau setara dengan Rp 37 miliar lah yang harus dikocek sebagai hadiah untuk 19 pemain klub tersebut.

    2. Donasi Rp 39 Miliar ke Rumah Sakit Anak Leicester
    Vichai telah berkontribusi dalam pembangunan rumah sakit anak Leicester dengan menyumbangkan £ 2 juta atau setara dengan Rp 39 miliar. Dilansir dari BBC.com, hal ini dilakukan Vichai sebagai bentuk dukungannya kepada kota Leicester yang hanya memiliki layanan bagi anak-anak di Leicester Royal Infirmary (LRI) dan rumah sakit Glenfield. Menurut kepala penggalangan dana di Leicester Hospitals Charity, Debbie Adlerstein, hadiah dari klub bola Leicester City sangat membantu rumah sakit anak ini menjadi kenyataan.

    3. Beri Rp 19,5 Miliar Bagi Fakultas Kedokteran Universitas Leicester
    Setahun setelah donasi pertamanya untuk rumah sakit anak Leicester, dukungan Vichai terhadap kebutuhan berbasis medikasi nyatanya tetap menjadi prioritas. Pada tahun 2017, Vichai memberikan donasi kepada fakultas kedokteran Universitas Leicester. Diketahui, sumbangan yang diberikan bernilai £ 1 juta atau setara dengan Rp 19,5 miliar. Menurut situs resmi klub bola ini, donasi tersebut dikhususkan sebagai dana riset bagi kampus tersebut.

    4. Beri Tiket dan Bir Gratis
    Dalam suatu hari spesial seperti ulang tahun, Vichai sangat gemar untuk merayakannya bersama dengan para fans klub bola Leicester City. Pada ulang tahun ke 61 pada 3 April 2018 misalnya, Vichai Srivaddhanaprabha memberikan 60 tiket gratis selama semusim bagi para fans. Pada ulang tahun di 2016 lalu, Vichai juga membagikan bir merek Singha dan donat Krispy Kreme kepada seluruh pemegang tiket pertandingan The Foxes melawan Southampton di Stadion King Power.

    Baca: Vichai, Bos Leicester City Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | DAILYMAIL | BBC | SKYNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.