Kamis, 15 November 2018

7 Tips Hadapi Trauma Kecelakaan Pesawat ala Mantan Pramugari Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610 yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memeriksa jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis, 1 November 2018. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro Jaya mengambil sampel dari serpihan serta barang milik korban Lion Air JT 610 yang akan dibawa ke RS Polri. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kecelakaan pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang telah meninggalkan duka dan trauma di sejumlah kalangan orang, terutama keluarga korban.

    Baca: Lion Air Jatuh, Waspada Hoaks Bisa Memperparah Trauma

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, trauma adalah keadaan jiwa atau tingkah laku yang tidak normal, sebagai akibat dari tekanan jiwa atau cedera jasmani. Dan bagaimana cara untuk melepaskan trauma itu sendiri?

    Trauma juga dialami oleh Laura Lazarus adalah mantan pramugari Lion Air yang pernah mengalami kecelakaan dua kali dengan pesawat yang sama. Laura mengalami insiden pertama di Palembang saat pesawat yang ditumpanginya keluar landasan, pada Juli 2004. Sedangkan kecelakaan kedua terjadi saat sedang mendarat di Bandara Adi Sumarmo, di Solo, November 2004.

    Kedua kecelakaan tersebut, membuat Laura Lazarus harus berkali-kali menjalani operasi. Bahkan dia sempat divonis harus diamputasi meski akhirnya dibatalkan.

    Karena kejadian itu, dia mengaku masih mengalami kekhawatiran setiap kali naik pesawat. Melalui website-nya, Lauralazarus.net, Laura mengatakan pernah juga melalui masa trauma, yaitu pada saat harus naik pesawat lagi 1 tahun setelah kecelakaan terjadi.

    Dia menceritakan beberapa malam aku tidak bisa tidur, karena terus memikirkan harus naik pesawat untuk pulang ke Indonesia. Hatiku berdegup kencang karena takut. Berikut tipsnya seperti dikutip dari web perempuan yang sekarang menjadi motivator itu:

    1. Berdoa
    Dengan berdoa akan membuat diri Anda lebih tenang dan ini adalah cara yang paling ampuh untuk menghilangkan trauma. Berdoa juga akan membuat jiwamu tenang, minta bantuan Tuhan untuk melepaskan trauma itu. Percaya bahwa Tuhan mampu mengubah segalanya menjadi lebih baik dan pemulihan Tuhan sempurna atasmu.

    2. Cari kegiatan positif
    Menyibukkan diri dengan melakukan kegiatan positif akan membantu menghilangkan trauma Anda. Dengan kegiatan positif, Anda akan menyibukkan diri seperti; pelayanan, ikut kelas ketrampilan, membaca, ikut kegiatan sosial. Dengan melakukan kegiatan positif, Anda tidak menghabiskan energi dan fokus pada pengalaman traumatis.

    3. Menyadari bahwa semua sudah berlalu
    Mungkin Anda pernah merasa ditertawakan, dipermalukan oleh orang lain atau Anda pernah berada pada saat-saat berbahaya. Dengan memikirkan kembali hal tersebut, membuat Anda merasa tidak nyaman dengan masa lalu. Orang yang tidak bisa melepas trauma adalah seseorang yang terus dibayangi oleh masa lalunya. Ingat, bahwa semuanya sudah berlalu dan Anda hidup di masa sekarang, bukan di masa lalu.

    4. Hadapi trauma itu
    Lari dari trauma tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan menambah banyak masalah. Dan jika dilakukan terus menerus, malah akan membuat diri Anda semakin terpuruk. Solusinya adalah hadapi trauma itu, mungkin awalnya akan merasa canggung dan aneh. Tapi lama-lama Anda akan terbiasa dengan hal tersebut, sehingga trauma itu akan hilang dengan sendirinya.

    5. Mengambil nafas sebelum bertindak
    Trauma masa lalu terkadang membuat diri Anda gampang terbawa emosi. Emosi negatif dapat sewaktu-waktu menguasi diri Anda ketika trauma masa lalu terus membayangi. Dan saat sedang dalam emosi, tindakan yang diambil pun dapat merugikan. Oleh karena itu sebelum mengambil tindakan Anda dapat mengawali dengan menarik nafas terlebih dahulu. Mengambil nafas sebelum bertindak adalah cara sederhana yang mampu menjadi obat emosi dan penghilang masa lalu yang traumatis.

    6. Menulis diary atau jurnal
    Beberapa orang yang tidak bisa melepaskan trauma masa lalunya dikarenakan selalu menyimpannya rapat-rapat. Jika Anda tidak mudah untuk menceritakan kepada orang lain, selalu ada cara lain yang bisa digunakan yaitu dengan menulis diary atau jurnal. Dengan menulis diary atau jurnal, Anda bisa menuliskan ketakutan, kekuatiran dan kecemasan yang selalu muncul akibat peristiwa traumatis. Menulis seperti terapi untuk Anda dan hal ini akan membantu Anda melepaskan trauma itu.

    Baca: Pesawat Lion Air Jatuh: Cek 4 Jurus Mengatasi Trauma Terbang

    7. Fokus pada memori yang menyenangkan
    Fokuslah pada hal-hal yang menyenangkan, bukan pada memori yang buruk di masa lalu. Ketika memori trauma masa lalu terus menerus muncul dan menyerang pikiran Anda, latihlah pikiran Anda untuk beralih dari semua pikiran buruk. Dengan fokus pada memori yang menyenangkan akan membuat mengubah suasana hati dan mood kita menjadi lebih baik. Dia juga menekankan cara yang paling efektif dalam menghadapi trauma adalah hadapi trauma itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.