Kamis, 15 November 2018

Macam-Macam Istilah Gula, Simak Maknanya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    Ilustrasi gula pasir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat ini terdapat beragam jenis gula alami dan pemanis buatan yang memiliki tingkat manis dan jumlah kalori yang beragam. Bila Anda ingin tahu apakah dan bagaimana makanan tertentu telah dimaniskan, bacalah daftar bahan dan label fakta nutrisi. Perhatikan juga kadar gulanya.

    Baca: Waspada Tanda Hampir Alami Diabetes di Belakang Leher Anda

    Jika kadar gula merupakan daftar pertama, ada banyak hal yang mesti diperhatikan. Berikut ini ringkasan beberapa bahan pemanis dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh, menurut laporan dpa, Senin 5 November 2018.

    Sukrosa
    Kepala divisi ilmu gizi Badan Pusat Industri Gula Jerman (WVZ), Philip Prinz mengatakan sukrosa adalah nama kimia dari gula meja. Sukrosa sering berasal dari gula bit atau tebu. Sukrosa adalah disakarida -- terdiri dua molekul gula sederhana (monosakarida) -- glukosa, yang ditemukan dalam banyak karbohidrat dan sumber energi penting dalam organisme hidup, dan fruktosa, ditemukan dalam banyak buah dan sayuran. Karena hanya memiliki dua komponen, sukrosa dipecah dan memasuki aliran darah dengan cepat. Tubuh menyerap glukosa dengan mudah, kata ahli gizi Armin Valet. "Selain insulin, glukosa memicu pelepasan hormon usus yang membuat Anda gemuk," kata endorkinolog Andreas Pfeiffer.

    Maltosa
    Paling sering ditemukan dalam pembuatan bir, maltosa adalah gula utama dalam wort dan berasal dari pemecahan pati selama proses menumbuk. Seperti sukrosa, ini adalah disakarida, kata Valet. "Tapi itu hanya agak manis dari sukrosa," kata Prinz. Prinz menjelaskan bahwa maltosa menyebabkan kadar gula darah naik lebih cepat dari sukrosa.

    Baca: Waspada Minuman Berenergi, Efeknya Lebih dari Cokelat dan Permen

    Sirup glukosa-fruktosa
    Ada sirup glukosa-fruktosa dan fruktosa-glukosa sirup, yang juga disebut isoglukosa. Sirup pertama mengandung glukosa lebih dari 50 persen, dan yang terakhir kurang dari 50 persen (rasio glukosa-fruktosa adalah 50-50). Sirup tersebut terbuat dari jagung atau biji-bijian lain, kata Prinz. Begitu juga sirup glukosa, terutama digunakan dalam kembang gula, juru bicara untuk Asosiasi Pemanis yang berbasis di Cologne, Anja Krumbe.

    Aspartam, steviol glikosida, dan natrium siklamat
    Ketiganya adalah pemanis buatan dan jauh lebih manis daripada sukrosa. Mereka memiliki sedikit atau tanpa kalori dan tidak berdampak pada tingkat gula darah, kendati makanan yang mengandung pemanis buatan ini rasanya sama manisnya atau lebih manis daripada yang mengandung sukrosa, kata Valet.

    Aspartam adalah senyawa kimia yang dibuat dengan menggabungkan dua asam amino, blok pembangun protein. Meskipun aspartam telah lama dianggap meningkatkan risiko kanker, tidak ada bukti ilmiah yang ditemukan untuk mendukung hal ini, kata Pfeiffer.

    Steviol glikosida berasal dari tanaman stevia, anggota keluarga aster dan berasal dari Paraguay. Mereka bukan pemanis alami, tapi adiktif yang diproduksi secara kimia. "Mereka bisa memiliki rasa manis seperti minuman keras atau menthol," kata Krumbe yang menjelaskan kelemahan pemanis ini.

    Baca: Waspada Kandungan Gula pada Menu Sarapan, Ini Rekomendasi WHO

    Natrium siklamat bisa 30 hingga 50 kali lebih manis dibanding sukrosa, yang biasanya digunakan bersama sakarin buatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.