Kamis, 15 November 2018

Tips Kurangi Sampah Makanan Rumah, Jangan Belanja Karena Mumpung

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi bahan makanan di dapur (pixabay.com).jpg

    ilustrasi bahan makanan di dapur (pixabay.com).jpg

    TEMPO.CO, Jakarta - Sampah makanan memberi sumbangan terbesar dari sampah secara keseluruhan di Indonesia. Pada 2016, Economist Intelligence Unit (EIU), lembaga penelitian yang berbasis di London, Inggris, menyebutkan Indonesia sebagai negara penghasil sampah makanan terbesar kedua setelah Arab Saudi. Rata-rata sebanyak 13 ton sampah makanan dihasilkan setiap tahun di Indonesia. Pola konsumsi masyarakat Indonesia yang buruk menjadi pemicu munculnya sampah makanan yang berasal dari restoran, katering, toko penjualan ritel, hingga rumah tangga.

    Baca: Macam-Macam Istilah Gula, Simak Maknanya

    Kebiasaan tidak menghabiskan makanan, cara penyimpanan bahan makanan yang tidak baik, hingga kebiasaan berbelanja bahan makanan yang berlebihan menjadi penyebab munculnya sampah makanan dalam jumlah besar. Kondisi ini sangat ironis, mengingat di sisi lain banyak masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan dan sulit mendapatkan makanan.

    Yuk, kurangi jumlah produksi sampah makanan dengan cara mengurangi sampah rumah tangga melalui empat langkah berikut ini.

    1. Membuat Daftar Belanja Bulanan
    Kebiasaan berbelanja bulanan tanpa membuat daftar barang belanjaan sebelumnya akan menyebabkan Anda berbelanja secara impulsif. Apalagi ibu-ibu mudah tergiur diskon atau karena melihat barang masih segar, tanpa pikir panjang langsung memasukkan belanjaan ke keranjang. Ujung-ujungnya, banyak bahan makanan yang teronggok di kulkas. Terlupakan hingga layu, busuk dan berakhir di tempat sampah.

    Dana Gunders, penulis buku Waste Free Kitchen Handbook yang berisi panduan mengurangi sampah rumah tangga asal Amerika Serikat menyarankan, buatlah daftar bahan belanjaan yang Anda butuhkan sebelum melangkah ke pasar atau supermarket. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk mencatat bahan makanan apa saja yang mereka butuhkan. Pada tahap ini Anda juga bisa sekalian menyaring mana barang yang benar-benar dibutuhkan dan tidak. “Hindari prinsip mumpung sedang di sini, beli saja. Fokuslah pada daftar yang sudah dibuat,” Gunders mengingatkan.

    Baca: Pakar Nilai Sejumlah Diet yang Tidak Sehat dari Sisi Medis

    2. Merencanakan Menu Masakan
    Menurut Gunders, merencanakan menu makanan juga menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi produksi sampah rumah tangga. Sebab kerap kali sampah makanan muncul akibat menu masakan tidak sesuai selera penghuni rumah, sehingga ujung-ujungnya harus dibuang. Lagi-lagi, libatkan seluruh anggota keluarga untuk membuat rancangan menu makanan agar tidak ada makanan sisa terbuang karena alasan tidak berselera dengan menu makanan yang tersedia. “Ganti menu dasar Anda secara berkala. Anda akan bisa memperkirakan apa saja yang dibutuhkan,” kata Gunders.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.