Rabu, 19 Desember 2018

Identifikasi Korban Lion Air JT 610, Gigi Bisa Tunjukkan Data Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Tanjung Pakis, Karawang, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Suasana tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, Tanjung Pakis, Karawang, Selasa, 6 November 2018. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain identifikasi menggunakan sidik jari dan DNA, ternyata data medis gigi punya peran yang tidak kalah penting dalam proses identifikasi korban Lion Air JT 610. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Laboratorium dan Klinik Odontologi Pusdokkes Polri, Agustinus dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati pada Rabu 7 November 2018.

    Baca: Cerita Kopilot Lion Air Jatuh, Sakit Gigi Tapi Tetap Terbang

    Tetapi Agustinus juga mengungkapkan kendala utama identifikasi dengan rekam medis gigi, yaitu tidak setiap orang pernah melakukan perawatan gigi. Sehingga hingga kini belum ada korban kecelakaan Lion Air JT 610 yang teridentifikasi lewat data gigi.

    "Dari sekian banyak data antemortem (total) 189, yang berhasil kami dapatkan dental record-nya ada 70 persen, jadi ada sekitar 30 persen. Lainnya hampir tidak pernah lakukan perawatan gigi sehingga kami kesulitan dapatkan dental record-nya," kata Agustinus.

    Padahal gigi bisa membantu menunjukkan jenis kelamin, umur, dan ras dari jenazah yang diperiksa, walaupun hanya dari foto jenazah yang sedang tersenyum. "Contoh, selama ini ada body part terkait gigi, karena kebetulan di antemortem tidak ditemukan dental record, kami minta foto. Sayangnya foto kami dapat dengan resolusi rendah, sehingga saat di-zoom jadi blur," kata Agustinus.

    Baca: Waspada, Dampak Malas Rawat Gigi Usai Veneer

    "Padahal ada ciri-ciri bentuk gigi yang khas di situ. Tapi bukan berarti tidak berkontribusi. Minimal kami bisa perkirakan usia dan kelamin," tambahnya.

    Dalam proses identifikasi, data gigi dicatat secara detil baik bentuknya, warnanya, dan segala intervensi yang terjadi di gigi itu. Misalnya tambalan putih, tambalan logam, gigi yang dicabut, gigi yang menggunakan behel, termasuk kondisi rahangnya, juga relasi antara gigi atas dan bawah.

    "Pria dan wanita itu (bisa dilihat) dari tulang rahang, di mana pria lebih flat, kalo wanita lebih lengkung. Lalu dari sudut rahang laki-laki lebih tegak lurus, kalo wanita lebih landai, sudutnya sekitar 125 derajat," kata Agustinus.

    Baca: Jangan Anggap Enteng Gusi Berdarah, Cek Penjelasan Dokter

    "Untuk ras juga (bisa dilihat) bentuk gigi di antaranya ada ciri khas di tulangnya. Jadi memang bisa menunjukkan aspek ras," kata Agustinus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.