Sabtu, 17 November 2018

Sjogren's Syndrom, Penyakit yang Membuat Mata dan Mulut Kering

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GOOGLE

    GOOGLE

    TEMPO.CO, Solo - Penyakit Sjogren's Syndrom selama ini kurang dikenal oleh masyarakat awam. Padahal, kasus penyakit yang mematikan itu mulai banyak ditemukan, termasuk di Indonesia.

    Baca: Kegemukan seperti Pretty Asmara Rentan Kena Penyakit, Apa Saja?

    Sjogren's Syndrom merupakan satu dari sekitar 150 penyakit autoimun yang lebih banyak dikenal seperti Lupus, Myasthenia, Scleroderma serta Rheumatoid Arthritis. "Diantara penyakit autoimun yang lain, Sjogrens Syndrom memang paling belakangan ditemukan," kata Ketua Divisi Alergi Imunologi Klinik RSUD dr Moewardi Solo, Agus Joko, Kamis 8 November 2018.

    Penyakit tersebut cukup berbahaya lantaran sistem pertahanan diri justru menyerang kalenjar dalam tubuh, dalam hal ini kalenjar air mata dan air liur sehingga menimbulkan kerusakan lantaran mata dan mulut kering. "Biasanya disadari oleh penderita saat penyakit ini sudah parah," katanya.

    Dalam kondisi yang sudah cukup parah, penderita Sjogren's Syndrom seringkali ditemukan telah memiliki komplikasi dengan penyakit lain. "Banyak dari pengidap Sjogren's Syndrom yang akhirnya juga menderita penyakit Lupus," katanya.

    Baca: Penyakit Jantung Ancam Usia Muda, Cek Tips Mencegahnya dari Ahli

    Menurut Agus, penderita Sjogren's Syndrom harus menjalani pengobatan seumur hidup. "Banyak pasien yang bisa menjalani hidup secara normal dengan rutin berobat," katanya. Hanya saja, saat ini pengobatan untuk penyakit ini belum bisa dilakukan oleh semua rumah sakit.

    Di Jawa Tengah, misalnya, baru RSUD dr Moewardi Solo yang telah memiliki Divisi Alergi Imunologi Klinik yang memiliki kompetensi untuk perawatan dan pengobatan penyakit ini. "Klinik ini juga baru dibuka setahun lalu," katanya. Sebelumnya, banyak pasien yang harus berobat hingga Singapura atau Australia.

    Ketua Yayasan Sjogren's Syndrom Indonesia, Warigit Dri Atmoko menyebut bahwa hingga saat ini di Indonesia belum ada angka pasti jumlah penderita penyakit ini. "Sedangkan prevalensi di tingkat dunia penyakit ini menjangkiti empat dari 100.000 orang," katanya.

    Baca: Waspada Berat Badan Tak Normal, Harapan Hidup Berkurang 4 Tahun

    Di Amerika, lanjutnya, jumlah penderita Sjogren's Syndrom bahkan sudah lebih banyak ketimbang penderita penyakit Lupus. "Sehingga yayasan kami selalu melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa semakin mengenal penyakit ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.