Kamis, 15 November 2018

Jika Alam Menginspirasi Busana, Gaya Pria Jadi Playful

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2019

    Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Kolaborasi ikonik dari tiga perancang busana ternama Indonesia tampil dalam jalinan pekan mode Jakarta Fashion Week 2019 yang terinspirasi oleh keindahan dan kekayaan alam, di tengah dinamisnya industri fashion Tanah Air.

    Baca juga: Bingung Pilih Pakaian? Intip 11 Cara Ini Agar Tampil Lebih Keren

    Persembahan Senayan City lewat tema “IN.TRND 18/19” itu menampilkan Deden Siswanto dengan membawa inspirasi perdesaan Jepang, Rama Dauhan yang menyematkan kegembiraan lewat motif alam, dan Vivian Lee dengan ketidaksempurnaan yang indah.

    Tidak mau meninggalkan garis desainnya, perancang busana Deden Siswanto menciptakan karya yang tidak biasa. Bertajuk Kagirinaki yang berarti “tanpa batas”, Deden terinspirasi dari latar belakang masyarakat pedesaan Jepang. Potret tersebut ditunjukan melalui aksesoris yang disematkan seperti bunga kering, bakul yang dikenakan para model.
    Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2019/BISNIS.COM
    Kali ini kimono khas Jepang menjadi item mode yang ditunjukan Deden. Banyak koleksi Deden bermain dalam teknik patchwork, pattern blocking, dan beberapa manipulated fabric yang memberi rasa berbeda dalam koleksi kimono pada umumnya.

    Konsep desain yang dituangkan yakni transformational and reconstruction. Material yang digunakan pun cukup bervariasi. “Kami pakai material tenun, katun, batik, dan material denim yang dipola sedemikian rupa,” kata Deden di Senayan City.

    Dia menyebut koleksinya ini banyak diilhami dari kehidupan perdesaan Jepang. Salah satunya adalah kisah hidup keluarga Oshin. Mereka merupakan keluarga pekerja di pedesaan saat musim dingin.

    “Saya melihat mereka mengenakan kimono dan lapisan selimut yang membuat mereka tetap nyaman. Kesederhanaan mereka menjadi inspirasi terbesar saya," papar desainer asal Bandung itu.

    Baginya, Jepang dan Indonesia memiliki kebudayaan yang tidak jauh berbeda. Deden percaya bahwa kimono ini bisa menjadi sesuatu yang memberi warna di masyarakat Indonesia. “Banyak teknik tambal-menambal yang dilakukan para petani di Jepang dan itu juga menjadi detail koleksi saya,” katanya.

    Desainer yang dikenal konsisten mengolah kain-kain tradisional itu coba memperkuat kesan urban modern dengan permainan warna yang apik. Secara garis besar, Deden menuangkan warna biru denim. Semakin apik, ada warna-warna lain seperti beige,ungu, kuning, marun, hijau, dan soft pink.

    Berbeda dengan Deden, perancang busana Rama Dauhan lebih menggambarkan kesan modern. Rama kali mempersembahkan koleksi busana pria.

    Pada koleksi tersebut Rama mengangkat tema Mirth yang berarti kegembiraan. Untuk menggambarkan kegembiraan tersebut, lulusan Esmod Fahion & Design School Jakarta ini menampilkan berbagai motif tumbuhan, batuan, serta aktivitas musim panas yang dikembangkan menjadi motif cerita dengan warna dasar musim panas dikombinasi musim gugur.

    “Banyak mix, motifnya kelihatan summer, tapi dicampur dengan warna-warna winteryang lebih deep color. Jadi campur aduk, gitu,” kata Rama.

    Sementara itu dari sisi material, Rama menggunakan katun, drill, twill, voal, dan wol yang dapat menambah spirit tren mode 2019. Koleksi tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan untuk eksplorasi gaya fashion, muda, dan unik.

    “Ada berbagai volume dari kemeja, celana, jaket dengan berbagai ukuran, dan detail kantong,” kata Rama.
    Foto: Dok. Jakarta Fashion Week 2019/BISNIS.COM
    Lewat 23 koleksinya, Rama ingin menunjukan bahwa saat ini pria sudah banyak yang bereksplorasi dengan desain ataupun warna sehingga dia banyak menuangkan banyak permainan motif dalam balutan busana. “Kita banyak bermain motif dan warna, koleksi cowok tidak harus selalu berwarna gelap. Kali ini lebih playful, tidak apa-apa cowok bisa juga keliatan fun.

    Sementara itu, label Etterette by Vivian Lee mempersembahkan “Spring/ Summer: Lady Bird” yang terinspirasi dari sebuah konsep ketidaksempurnaan yang indah.

    Lady bird menceritakan sebuah perubahan dari seorang gadis menjadi seorang wanita yang mampu membentuk karakter sendiri. Busana kali ini dipersembahkan dalam penggabungan dari ketidakteraturan teknik, tekstur, dan prints.

    “Kali ini [saya] lebih bermain tekstur di pemilihan kain, dikombinasikan dengan teknik manipulasi kain,” katanya.

    Vivian mengatakan koleksi  busananya kali ini ingin menggambarkan sifat feminin dari seorang wanita. Jadi dalam setiap potongan busana yang ditampilkan akan difokuskan pada figur perempuan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon 'Hidup' Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.