Stan Lee Meninggal karena Pneumonia? Cek Cara Mencegahnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stan Lee saat menghadiri premiere film

    Stan Lee saat menghadiri premiere film "Iron Man 3" di El Capitan theatre, Hollywood, California, 24 April 2013. Legenda komik Marvel, Stan Lee meninggal dunia di usianya ke-95 tahun. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, New York - Co-creator Marvel Comics, Stan Lee dikabarkan meninggal. Kabar tersebut dikonfirmasi putrinya kepada Reuters. Selain itu, Kirk Schenck selaku pengacara keluarga Lee, juga mengkonfirmasi kematian Stan Lee.

    Baca juga: Perjalanan Karier Stan Lee, dari Pesuruh hingga Penulis Terkenal

    Stan Lee diketahui meninggal di usia 95 tahun. Berdasarkan laporan dari TMZ edisi 12 November 2018, sebuah ambulans dipanggil ke rumahnya di Hollywood Hills pada Senin dini hari. Akan tetapi, dalam perjalannya menuju Cedars-Sinai Medical Center, bapak Superhero ini menghembuskan nafas terakhirnya. Disebutkan juga bahwa pemilik nama asli Stanley Martin Lieber telah berjuang melawan pneumonia sejak setahun terakhir ini.

    Dilansir dari webmd.com, pneumonia dapat menyerang seluruh kalangan mulai dari anak-anak hingga orangtua. Pengidap pneumonia akan merasakan pembengkakan saluran pernapasan akibat kantong udara kecil dipenuhi oleh cairan. Akibatnya, mereka akan merasakan demam, batuk berdahak hingga kesulitan untuk bernapas.

    Berikut adalah 3 cara mencegah dan mengurangi risiko penyakit pneumonia tersebut.

    1. Melakukan vaksin pneumonia
    Meski tidak menghilangkan kemungkinan, melakukan vaksin dapat mengurangi risiko untuk terjangkit pneumonia. Ada dua jenis vaksin pneumonia: vaksin konjugasi pneumokokus (PCV13 atau Prevnar 13) dan vaksin polisakarida pneumokokus (PPSV23 atau Pneumovax 23). Vaksin konjugasi pneumokokus biasanya dilakukan satu kali kepada anak-anak dan orang dewasa. Dipercaya, ini dapat mencegah 13 jenis bakteri yang menyebabkan infeksi serius. Sedangkan vaksin polisakarida pneumokokus hanya direkomendasikan bagi orang dewasa. Penggunaannya yang hanya satu kali ini diyakini dapat mencegah 23 jenis bakteri jahat.
    ilustrasi suntik vitamin (pixabay.com)

    2. Selalu menjaga kebersihan tangan
    Tangan telah terbukti menjadi salah satu sumber berkumpulnya bakteri-bakteri jahat dan pembawa utama kuman penyebab penyakit. Menurut sebuah riset di Amerika Serikat, cara termudah memerangi pneumonia yang tidak perlu mengeluarkan biaya banyak adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Hal ini dapat dilakukan khususnya saat setelah menggunakan toilet, sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas diluar. Dipercaya, hal ini dapat mengurangi risiko infeksi pernapasan seperti pneumonia akibat bakteri dan kuman yang dibawa oleh tangan sebesar 50 persen. Apabila seseorang tidak dapat mencuci tangan, mengunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol juga dapat dilakukan. 

    3. Hindari merokok
    Sebuah studi telah menunjukan bahwa tembakau dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi bakteri pada paru-paru atau pneumonia. Setiap satu bungkus rokok yang dihisap dalam satu hari terbukti menaikan faktor risiko terkena pneumonia sebesar 121 persen. Pneumonia ini jika terus menerus dipertahankan tanpa ada perbaikan dalam hal menjaga kesehatan tubuh, akan berimbas pada penyakit yang lebih besar yaitu kanker paru-paru. Oleh sebab itu, cara terbaik untuk mencegah faktor-faktor risiko yang lebih besar untuk muncul adalah dengan berhenti merokok. Apabila berhenti total merupakan hal yang sulit dilakukan, berhentilah setidaknya satu atau dua minggu demi memberi jeda paru-paru bergerak dengan sehat.

    Baca juga: Kisah Cinta Stan Lee: Joan Adalah Istri yang Sempurna

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WEBMD | HEALTHLINE |ABCNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skuter Listrik Makin Digemari, Kecelakaan Fatal Kerap Terjadi

    Skuter listrik makin digemari. Namun di kota London, Los Angeles, dan Singapura, pengendara skuter tersebut kerap mengalami kecelakaan fata.