Mencari Anak Muda dan Berbakat Lewat Gelar Karya Film Pelajar

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu adegan dalam film Kuntilanak. (Dok.Multivison Pictures)

    Salah satu adegan dalam film Kuntilanak. (Dok.Multivison Pictures)

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Kerja Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2018 untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme pelajar Indonesia melalui perfilman sekaligus mencari bibit sineas potensial. "Untuk menumbuhkan pendidikan karakter. Rasa ke-Indonesiaan tergambar di film, yang sebetulnya kalau kita ajari mereka belum tentu menerima," kata Kepala Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Maman Wijaya dalam konferensi pers mengenai GKFP 2018 di Jakarta, Senin 19 November 2018.

    Baca: Jokowi Beli Jaket Buatan Bandung: Karena Sepatu Saya juga Lokal

    Maman Wijaya mengatakan pemerintah ingin menggunakan ajang tersebut untuk mendukung pengembangan potensi pelajar sekaligus membangun rasa cinta Tanah Air dan kepedulian pada budaya bangsa melalui seni film. "Melalui film, pelajar bisa memupuk jiwa nasionalisme, patriotisme, gotong royong, kejujuran, integritas, beradaptasi dengan teman, belajar menerima pendapat orang lain. Itu yang kami ingin tanamkan ke siswa melalui film," kata Maman.

    Maman mengatakan tahun ini ada 314 sekolah menengah umum dan kejuruan yang mendaftarkan film karya pelajarnya untuk mengikuti Gelar Karya Film Pelajar. "Satu sekolah, satu karya," katanya.

    Baca: Suka Makan Sembarangan, Kaum Muda Tetap Jarang Cek Kesehatan

    Karya-karya yang masuk kemudian diseleksi sehingga muncul 24 finalis yang terdiri atas 12 karya kategori film dokumenter dan 12 karya kategori film fiksi. Gelar Karya Film Pelajar 2018 akan berlangsung 22-24 November 2018 di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. Acaranya meliputi pameran film pada 22 November, bincang-bincang bersama sineas ada 23 November, serta nonton bareng dan penyerahan penghargaan GKFP pada 24 November.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.