Senin, 17 Desember 2018

Hobi Jalan-Jalan, Tahu Pentingnya Pakai Asuransi untuk Traveler?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buat Traveler, Persiapan Traveling yang Satu ini tak Kalah Penting Lho...

    Buat Traveler, Persiapan Traveling yang Satu ini tak Kalah Penting Lho...

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan-jalan saat ini menjadi salah satu hobi yang sangat digemari masyarakat. Lihat saja media sosial yang isinya kebanyakan adalah bukti orang sedang melancong dan menikmati berbagai keindahan alam di berbagai tempat. Bagi traveler seperti Yeffi Rachmawati, asuransi perjalanan menjadi hal yang sangat penting.

    Baca: 64 Korban Lion Air Akhirnya Tak Teridentifikasi, Asuransinya?

    Sebab, dalam setiap perjalanan wisata tidak pernah tahu risiko apa yang akan terjadi. Asuransi perjalanan dari maskapai penerbangan dianggap paling penting karena itulah dalam setiap perjalanannya, wanita yang akrab di sapa Evi ini lebih sering menggunakan Garuda Indonesia karena di dalamnya sudah termasuk asuransi perjalanan.

    Begitu pula pada saat menggunakan maskapai penerbangan lainnya, dia selalu mengambil asuransi perjalanan sehingga lebih terlindungi. Namun, di luar asuransi perjalanan yang dari maskapai, Evi juga merasa perlu menggunakan asuransi perjalanan sendiri sehingga dia merasa lebih terlindungi saat berwisata mulai dari perjalanan pesawat hingga selesai.

    Menurutnya, perlindungan terhadap diri saat berwisata sangat penting, karena wisatawan dapat tenang berliburan dan tidak khawatir dengan kondisi sesuatu yang tidak terduga terjadi, seperti sakit, keracunan makanan, dan kecelakaan. “Saat ini masih banyak orang yang berliburan hanya memikirkan sesuatu hal yang menyenangkan tanpa memikirkan jika terjadi kecelakaan,” ujarnya.

    Baca: OJK dan KKP Luncurkan Asuransi untuk Pembudidaya Ikan Kecil

    Wanita yang juga merupakan inisiator Komunitas Indonesia Trip ini mengatakan asuransi perjalanan digunakan untuk jaga-jaga jika mengalami keracunan makanan di suatu daerah dan harus dirawat. “Terutama makanan yang mengandung kayu manis. Pernah kejadian saat berada di Pulau Penyengat (Kepulauan Riau) saat makan kena makanan yang ada kayu manisnya, langsung alergi mual dan muntah. Untungnya saat itu sudah mau kembali ke Jakarta. Jadi asuransi jaga liburannya tidak terpakai. Meski saya akhirnya harus dirawat di Rumah sakit karena pakai asuransi dari kantor (asuransi kesehatan),” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.